Taruna STIP Dianiaya

Amirulloh Tewas Dianaya Seniornya, STIP Bentuk Tim Investigasi

Pengelola STIP Marunda membentuk tim investigasi internal untuk mengungkap kasus kematian taruna sekolah itu akibat dianiaya seniornya.

Tribunnews.com/Abraham Utama
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Kapten Rudiana memberikan keterangan pers terkait kematian taruna tingkat I STIP bernama Dimas Dikita Handoko di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Jakarta Pusat, Senin (28/4/2014) pagi. 

WARTA KOTA, CILINCING-Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Wahju Satrio Utomo mengatakan, pihaknya membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus kematian Amirulloh Adityas Putra (18), taruna tingkat I yang dianiaya sejumlah seniornya di tingkat II.

"Atas kejadian ini, kami sudah membentuk tim investigasi internal oleh pihak STIP. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui terkait kejadian yang didera Amirulloh tersebut," paparnya, Rabu (11/1/2017).

Tim akan melakukan invetigasi internal  peristiwa yang terjadi di Gedung Dormitory Ring IV, Selasa (10/1) malam. 

"‎Nantinya, tim akan mengolah hasil investigasi dari kejadian akan hal ini, sebagai bahan evaluasi ke depan. Sebab, penjagaan yang ada di STIP sendiri dinilai ketat. Jujur saja, ini ada kejanggalan di bagian pengamanannya.‎ Barak 1, 2, 3, 4 itu diketahui terpisah ya, jadi mereka (siswa) enggak akan mungkin bisa nyeberang pagar kampus," kata Wahju.

Wahju melanjutkan, pagar sekolah tinggi, ada CCTV juga sehingga memonitor kegiatan jam 22.00 keatas.

"Biasanya itu aktivitas di jam 10.30 WIB. Jam 10.00 saja tidak boleh keluar barak," katanya.

Ia mengatakan, ada  14 petugas pengamanan mengawasi lingkungan STIP di malam hari. Selain itu ada 12‎ personel lainnya, yakni TNI dan Polri membantu pengawasan itu.

"Ada 14 petugas yang berjaga pada malam hari, termasuk ketua perwira jaga. Juga dibantu oleh 12 orang dari TNI Polri. Makanya, saya meminta tim invetigasi selama dua hari saja kerja dan harus langsung temukan apa penyebabnya. Untuk nantinya, melakukan pengawasan lebih ketat lagi," tuturnya.

Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved