Kecelakaan Kerja

SIPMB Grand Kamala Lagoon Terancam Dicabut

SIPMB Apartemen Grand Kamala Lagoon terancam dicabut. Hal tersebut menyusul insiden kecelakaan kerja yang menewaskan Pajar Sidik (21).

SIPMB Grand Kamala Lagoon Terancam Dicabut
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu dan rombongan saat diadang oleh petugas keamanan apartemen Grand Kamala Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Rabu (4/1/2017) siang. 

WARTA KOTA, BEKASI - Surat Izin Pelaksanaan Mendirikan Bangunan (SIPMB) Apartemen Grand Kamala Lagoon terancam dicabut.

Hal tersebut menyusul insiden kecelakaan kerja yang menewaskan Pajar Sidik (21) pekerja setempat pada Rabu (4/1/2017) lalu.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian pada Dinas Tata Kota Bekasi, Krisman Irwandi mengatakan, masih menunggu laporan berita acara dari pihak kontraktor terkait musibah tersebut.

"Bisa saja surat tersebut kita cabut, namun masih kita tunggu laporan dari pihak kontraktor," kata Krisman pada Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, kasus kecelakaan kerja sebetulnya bisa dihindari.

Bila saja, kontraktor proyek yaitu Pembangunan Perumahan (PP) Construction and Investment menyiapkan alat pengaman cadangan kepada Pajar.

Sehingga ketika tangga darurat berbahan precast yang dipasang Pajar ambruk dari lantai 33, tubuhnya tidak ikut terjun ke lantai bawah tanah (basement).

Tubuh Pajar akan tetap selamat dalam posisi menggantung dengan alat pengaman cadangan.

"Seharusnya kontraktor menyiapkan alat bantu keselamatan kalau pekerja jatuh atau tergelincir ada alat bantu keselamatan," ujar Krisman.

Meski begitu, dia menilai kasus yang menimpa Pajar merupakan kecelakaan kerja.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved