Ibu Ditagih Rp 40 Juta karena Titipkan Anak, Kak Seto Bantu Mediasi

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno membenarkan akan ada tiga saksi yang diperiksa.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, SENEN - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto, membantu proses mediasi permasalahan yang menimpa Sri Handayani (25), di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat. 

Baca: Nitip Anak Diminta Tebusan Rp 40 Juta

Wakil Ketua LPAI DKI Jakarta Sunarto membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan Sri hari ini hadir di Polres Metro Jakarta Pussat untuk mendengarkan keterangan para saksi. 

Baca: Ibu yang Ditagih Rp 40 Juta untuk Tebus Anaknya Laporkan ke Unit PPA Polrestro Jakpus

"Hari ini beliau (Kak Seto) rencananya ikut datang ke Polres Jakpus. Hari ini kan semua pihak yang terkait akan diperiksa," ucap Sunarto, Senin (9/1/2017). 

Baca: Dean, Bocah yang Dititipkan Ibunya, Tidak Mau Lagi Digendong Neneknya

Sementara, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno membenarkan akan ada tiga saksi yang diperiksa.

Menurutnya, saksi yang dipanggil berada dalam BAP Sri saat melapor di PPA.

"Untuk hari ini tiga orang saksi yang ada di BAP dipanggil," jelas Suyatno.

20170106 SRI HADAYANI IBU YG TITIPKAN ANAKNYA
Sri Handayani, ibu kandung Dean Anugerah Ramadhan (2), saat ditemui di jalan Dakota Raya RT 03 RW 08, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakpus, Kamis (5/1).

Masalah ini bermula ketika Sri tak bertemu anak pertamanya, Dean Anugerah Ramadhan (2) selama tujuh bulan, sejak Juni 2016.

Sri memang terpaksa menitipkan Dean ke bude-nya yang berinisial E, lantaran sibuk mengurus anak kedua beserta ibunya yang saat itu sakit keras, hingga harus dirawat di rumah sakit.

Namun, E malah menitipkan Dean ke saudaranya yang berinisial W selama sekitar tiga bulan, dari Juli sampai September, di daerah Penggilingan, Jakarta Timur.

Tak sampai di situ, oleh W, Dean kembali berpindah tangan ke atasannya berinisial S, selama empat bulan.

Sri sempat mendatangi kediaman S yang berada di seputar Kemayoran, namun Sri malah dimintai uang Rp 40 juta sebagai biaya perawatan Dean selama empat bulan. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved