Breaking News:

JPO yang Terintegrasi dengan Halte Transjakarta Disarankan Untuk Menggunakan Eskalator

Kalau JPO-nya seperti itu, tinggi sekali, jangankan penyandang disabilitas, kalangan lain juga kesulitan mengkasesnya.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Halte busway yang dinilai belum ramah penumpang busway. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Pengamat Transportasi, Tri Tjahjono menyarankan agar jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terintegrasi dengan hakte Transjakarta untuk menggunakan eskalator atau lift agar mudah diakses.

Hal tersebut dinyatakannya guna menanggapi halte busway Transjakatra yang dinilai masih belum ramah terhadap penyandang disabilitas dan kalangan orang-orang tua..

"Kualitas bus, pelayanan dan halte memang membaik, tapi kalau JPO-nya seperti itu, tinggi sekali, jangan kan penyandang disabilitas, saya pun juga kesulitan," ucap Tri saat dihubungi Warta Kota, Rabu (4/1/2017).

Baca: Sulit Diakses, Sejumlah Halte Busway Masih Tidak Ramah Penyandang Disabilitas dan Orang Tua

Tri memberi contoh seperti JPO yang ada di seputar Mampang Prapatan hingga Ciledug yang saat ini masih dikerjakan proyeknya.

"Di sana tinggi sekali, seharusnya kala mau dibangun seperti itu, harus memudahkan akses untuk ke bawah (halte). Alternatifnya seperti di negara lain, pakai escalator atau tangga berjalan," ujarnya.

Baca: Jalan Layang Busway Dibangun Konsisten akan Rampung, Akhir 2016

Alternatif lain, sambung Tri, adalah membangun underpass yang terintegrasi menuju halte transjakarta.

Terakhir, ia mengharapkan agar seluruh JPO yang terintegrasi dengan Halte Transjakarta yang dinilai tidak ramah disabilitas untuk dibongkar, dengan memperhatikan kebutuhan baik masyarakat umum atau para penyandang disabilitas. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved