Dadin Gendong Cucu dan Berenang di Lautan, Demi Menyelamatkan Nyawa
Dadin Suganda berenang di lautan lepas untuk menyelamatkan diri, sambil menggendong sang cucu Revano Raina Gunawan.
WARTA KOTA, KRAMATJATI -- KM Zahro Express tujuan Pulau Tidung terbakar di teluk Jakarta, Minggu (1/1/2017).
Kapal naas tersebut mengangkut 184 orang, 23 penumpang di antaranya meninggal dunia.
Berbagai cara dilakukan oleh penumpang untuk menyelamatkan diri, termasuk satu di antaranya Dadin Suganda (62) yang berenang di lautan lepas untuk menyelamatkan diri sambil menggendong sang cucu Revano Raina Gunawan (3).
Dadin adalah penumpang kapal Zahro Express yang berasal dari Bandung bersama 12 anggota keluarganya yang lain.
Baca: Korban KM Zahro Express Dimakamkan, Air Mata Suami Pecah di Depan Pusara Istri
Dia mengatakan, sengaja berlibur ke Pulau Tidung untuk merayakan pergantian tahun.
Namun sayang, liburannya batal dan dia harus kehilangan lima anggota keluarganya lantaran kapal, yang ditumpanginya, terbakar.
"Saat terbakar posisi saya di dalam kapal, kursi nomor dua dari belakang, jadi mau keluar susah harus rebutan sama penumpang lain, semuanya berlarian menyelamatkan diri masing-masing," kata Dadin menceritakan kisahnya, Senin (1/2/2017).
Saat itu, kata jarak pandang tidak lebih dari setengah meter, ruangan kapal penuh dengan asap hitam pekat.
"Saya sudah gak bisa lihat keluarga saya yang lain, padahal dari tadi duduk sebelahan sama saya, istri, anak, cucu, tidak ada yang saya lihat," kata dia.
Baca: Ketua Tim Investigasi KNKT: Kapal Zahro Express Minim Akses Jalan ke Luar
Beruntung Dadin berhasil keluar ruangan kapal setelah berjuang lebih dari 10 menit, saat diluar dia lantas menemukan cucunya, Revano.
"Cucu saya ada yang lempar dari dalam, saya raih lalu loncat ke laut," cerita dia.
"Saya mengapung di laut selama 10 menit, berenang kesana-kemari hingga diselamatkan kapal yang banyak sampahnya," kata dia.
Baca: Perampok Patungan Sewa Mobil Demi Realisasikan Aksi Merampok Rumah Dodi Triono
Dadin mengatakan, hingga saat ini masih menunggu kabar soal keberadaan istrinya, Eha, yang hilang. Dia meyakini istrinya termasuk korban yang meninggal.
"Istri saya lututnya sakit, pake gips, jadi kemungkinan tidak bisa lari keluar saat kapal terbakar," kata dia lirih.
Dadin mengaku tidak ada firasat apapun sebelum kejadian terbakarnya kapal yang merenggut nyawa anggota keluarganya.
"Enggak ada apa-apa semuanya normal, niat kami hanya untuk liburan," kata dia. (Acep Nazmudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/zahro_20170102_175731.jpg)