KM Zahro Terbakar

Muhiddin Punya Firasat Tidak Enak Sebelum Berangkat ke Pulau Tidung

Korban selamat terbakarnya Kapal Zahro Express, Muhiddin (60) menyatakan sudah memiliki firasat buruk sebelum pergi berlibur ke Pulau Tidung.

Muhiddin Punya Firasat Tidak Enak Sebelum Berangkat ke Pulau Tidung
Rangga Baskoro
Muhiddin (60), seorang korban yang selamat dari tragedi terbakarnya Kapal Zahro Ekspress, Minggu (1/1/2017). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, KRAMATJATI -- Korban selamat terbakarnya Kapal Zahro Express, Muhiddin (60) menyatakan sudah memiliki firasat buruk sebelum pergi berlibur ke Pulau Tidung.

"Saya rasa gak enak badan gitu lho. Tapi gak ada yang jagain mereka selain saya, istri saya juga ngambek kalau saya tidak ikut. Akhirnya ya sudah," ucap pria asal Cikarang ini di RA Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (1/1).

Baca: Korban Selamat Nyatakan Prosedur Pengamanan Kapal Zahro Express Minim

Baca: Suami Suruh Istri Jaga Barang saat Kebakaran Terjadi

Baca: KNKT Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Kapal Zahro Express

Muhiddin yang pergi bersama istrinya Ayi Kusminar (50), dua orang adiknya yakni Neneng Anggraeni (42), Elly Cahyati (43) dan dua orang anaknya yang bernama Iwan Ridwansyah (26) dan Alfisyahri (20) hendak berlibur selama 1 hari 1 malam. Namun naas, kapal yang ditumpanginya terbakar di jarak sekitar 1 mil sebelah barat Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara.

Bahkan ia menjelaskan melewatkan momen pergantian tahun untuk mempersiapkan diri malakukan liburan di pagi harinya.

"Malem saya tidur gak ikut tahun baruan. Istri tidur  bilang habis sholat subuh saya gak mau ikut gak enak badan. Takut dia kecewa, akhirnya saya ikut dia seneng," tuturnya.

Muhiddin bersama keluarga menaiki kapal dengan tiket karcis seharga Rp50 ribu. Kapal yang ditumpanginya bukan bagian dari paketan liburan.

"Berangkat sendiri (tanpa rombongan paket wisata). Kita ngebolang dari rumah," lanjutnya.

Sejumlah barang-barang beharga milik Muhiddin seperti kunci mobil, stnk kendaraan dan sejumlah uang hilang bersama istrinya yang kini tidak diketahui keberadaannya.

Kedatangan Muhiddin ke RS Polri Kramatjati merupakan upayanya guna mencari kepastian ihwal keberadaan istrinya yang terpisah sejak tadi pagi. 

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved