Kamis, 9 April 2026

KM Zahro Terbakar

KNKT Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Kapal Zahro Express

Untuk saat ini KNKT masih mengumpulkan data-data dari lapangan kondisi kapal sebelum berlayar, dan meminta keterangan kepada penumpang.

Joko Supriyanto
Kapal Zahro Express tujuan ke Pulau Tidung dari Muara Angke yang terbakar di perairan Pulau Untung Jawa, Minggu (1/1/2017) dievakuasi di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke dan diletakkan di jalur pintu keluar penumpang. 

WARTA KOTA, MUARA ANGKE -- Kapal Zahro Express tujuan ke Pulau Tidung dari Muara Angke terbakar di perairan Pulau Untung Jawa, Minggu (1/1/2017).

Hingga kini kapal telah dievakuasi di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, kapal diletakkan di jalur pintu keluar penumpang.

Menurut Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono kapal yang berkapasitas 280 orang ini memiliki satu rute hanya ke Pulau Tidung.

"Iya kapal ini hanya beroperasi ke Pulau Tidung, tidak melayani rute lain," katanya kepada Warta Kota di Pelabuhan Kali Adem, Minggu (1/1).

Menanggapi hal mengenai penumpang yang terdata di Pelabuhan Kali Adem yang hanya terdata dimanifest sekitar 100 orang, namun jumlah yang ada dikapal melebihi data yang ada sekitar 200 orang.

"Ketika kapal melakukan perjalanan memang harus menyerahkan manifest, dan hal tersebut harus sesuai dengan penumpang yang ada dikapal, tapi hal ini terjadi berbedaan, untuk itu kami masih melakukan investigasi lebih lanjut," katanya.

Ia mengatakan kapasitas kapal tidak terlewati, sehingga jumlah penumpang tidak overload.

"Kedepannya ini menjadi catatan penting bagi kami, pengecekan harus benar-benas sesuai dengan kapasitas yang ada," katanya.

"Mulai besok kami akan himbau agar para kru kapal agar lebih tertib lagi dalam pencatatan manifest penumpang," lanjutnya.

Menurut laporan di SPBB kelengkapan kapal sudah sesuai, seperti pelampung dan sebagainya.

"Kami masih akan tanyakan kepada kru kapal untuk kepastian kondisinya catatan-catatan kondisi kapal sebelum berlayar," katanya.

Untuk saat ini KNKT masih mengumpulkan data-data dari lapangan kondisi kapal sebelum berlayar, dan meminta keterangan kepada penumpang.

"Data faktual sendiri yang ada saat ini terjadi kebakaran dimulai di kamar mesin lalu api membesar sangat cepat," katanya.

Kapal Zahro Express dimilik oleh pihak swasta, namun untuk izin berlayar dikeluarkan oleh Pelabuhan Muara Angke. "Diperkiran untuk mengetahui apa penyebab kapal ini sekitar dua bulan saat ini kami masih mengumpulkan data-datanya," kata Soerjanto. (Joko Supriyanto)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved