Natal dan Tahun Baru
Penjualan Kembang Api dan Petasan di Asemka Laris Manis
Pergantian tahun juga identik dengan nyala kembang api, ledakan petasan, serta suara-suara terompet yang ditiup dari mulut-mulut pemiliknya.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nurfitri Aprilia
WARTA KOTA, JAKARTA - Momen tahun baru selalu menjadi yang istimewa dan meriah di seluruh penjuru dunia, negara-negara besar mempertunjukan gelaran kembang api serta rangkaian acara untuk warganya dapat merasakan meriahnya pergantian tahun.
Tidak berbeda juga dengan Indonesia, khususnya Jakarta setiap tahun selalu memiliki agenda pertunjukan di beberapa wilayah untuk momen pergantian tahun tersebut.
Pergantian tahun juga identik dengan nyala kembang api, ledakan petasan, serta suara-suara terompet yang ditiup dari mulut-mulut pemiliknya.
Hal ini, rupanya menjadi ajang jualan musiman bagi banyak pelapak di kawasan Pasar Asemka, yang berlokasi di Jalan Pasar baru I, Tambora, Jakarta Barat.
Seperti saat di temui di pasar asemka yang tepatnya berada dikolong flyover itu, pada Sabtu (31/12) terlihat banyak sekali pedagang kembang api yang ramai dikerumuni oleh pembeli.
Akibatnya jalanan yang tidak cukup lebar itu menjadi macet dan sangat sumpek, parkiran motor yang sudah terlalu panjang dan tidak teratur, serta suara-suara bising yang saling bertabrakan mulai dari klakson mobil, suara nyaring terompet, deru bajaj, teriakan marah pemarkir, sampai suara-suara pengamen yang tidak lelah berkeliling Asemka tersebut.
Meski sudah sangat penuh sesak, namun pera pembeli tetap terlihat antusias menawar dan memilih kembang api dan petasan, wajah sumringah dari penjual yang dagangannya laku keras pun turut mewarnai terik siang ini.
Salah satu pedagang kembang api dan petasan yang terlihat sangat ramai ini mengaku kalau dirinya berjualan petasan hanya sesuai musim saja, sedangkan pada hari-hari biasa dirinya menjual perlengkapan yang lain.
"saya jual petasan ini musiman sih, tapi dari tahun 2005 sudah jualan disini, semuanya saya jual sesuai musim kalau mau awal sekolah saya jualan peralatan sekolah mba, kalau hari raya biasanya saya jual merchandise gitu, kalau sekarang natal tahun baru saya memang jualnya kembang api dan petasan," tutur Andy (36).
Kembang api dan petasan yang dijualnya memang terlihat sangat banyak dan mencolok, itu karena pria asal Jawa Tengah ini mengaku sengaja berjualan di sisi kanan jalan agar dapat dengan mudah terlihat oleh pembeli dan disambangi.
Kembang api dan petasan yang dijajakan oleh nya merupakan kembang api asal Cina dan juga lokal, namun Andy mengaku lebih laris yang Cina ketimbang yang lokal.
"laris yang Cina mba, dari tahun 2010-an sih sudah lebih laris yang Cina ketimbang yang lokal, tapi kan karena harga juga beda jadi kita tetep sediakan juga yang lokal," ungkapnya.
Perbedaan harga yang tidak sedikit ini melatar belakangi Andy untuk tetap menjual kembang api lokal, karena menurutnya pembeli kembang apinya tidak melulu dari golongan menengah keatas, sehingga menjual kembang api murah pun diperlukan.
Untuk harga sendiri, menurut Andy yang paling murah ada yang harganya Rp 5 rb untuk kembang api tangkai, sedangkan yang paling mahal mencapai angka ratusan ribu rupiah untuk kembang api besar yang duluncurkan ke udara.
"paling mahal yang diarahkan ke udara itu, beragam sih ada yang Rp 30 ribu itu yang paling kecil, yang Rp 50 ribu yang 8 kali ledakan, yang Rp 70-ratusan ribu juga ada itu bisa sampe 12 ledakan kira-kira," tambahnya.
Andy tidak tahu betul mengenai perkiraan omzet yang didapatnya, namun pria ini menuturkan kalau sejak Desember awal berjualan petasan dan kembang api, satu minggu terakhir ini merupakan penjualan yang laris dan paling ramai.
Selain kembang api dan petasan, terompet dan segala jenis bunyi-bunyian juga seolah menjadi atribut wajib untuk merayakan pergantian tahun. Asemka juga ramai dengan pedagang terompet mulai dari terompet biasa hingga terompet yang memiliki suara membahana.
Terompet yang biasa dilapisi plastik licin berwarna, berbentuk alat musik maupun karakter naga dan animasi lain banyak ditemukan disepanjang jalan pasar ini, harganya pun beragam.
Di lapak milik Heni (45) terompet ini dihargai mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.
Selain itu juga ada berbagai atribut lain seperti topi tahun baru, topeng-topengan serta penyemprot berisi foam.
"terompetnya macem-macem tapi ibu gak punya yang suaranya nyaring gitu, kalo itu bahan plastik makanya nyaring ya kalo ibu kan ambil di langganan adanya yang gini. yang biasa aja," ucapnya.
Penjualan terompet ini masih terus meningkat hingga sore hari, Ibu asal Purwokerto ini juga menyampaikan kalau 5 hari ini penjualannya laris manis bahkan sampai memesan barang lagi ke pengrajinnya.
Optimis heni bilang kalau dagangannya akan habis pada malam nanti.
"ini pasti abis sih kayaknya wong tinggal sedikit lagi dan juga orang-orang itu masih dateng dan cari terompet kan," tambahnya.
Selain Heni, Wahyu (34) yang juga pedagang terompet plastik ini mengakui hal yang sama. Penjualan terompetnya mulai meningkat di minggu terakhir Desember, sehari wahyu mengaku bisa menjual sampai 50-70 terompet untuk yang plastik.
"ini awal Desember belum seramai ini yang beli, baru mulai minggu lalu yang beli langsung ngeroyok gini mba, alhamdulillah sih ya kita dibanjiri pembeli, harganya sih emang gak terlalu mahal juga dan kelebihannya suaranya nyaring betul," ucapnya.
Terompet plastik ini dihargai Rp 20-25 ribu satuannya, bila dijual perlusin harganya akan berubah cukup jauh menurut Wahyu.
Namun, untuk terompet minggu ini lebih banyak yang membeli untuk Individu bukan lusinan.
Salah seorang pembeli juga mengaku kalau baru saja membeli 5 buah terompet dilapak dagang milik Wahyu, menurutnya memblei terompet ataupun kembang api serta atribut lainnya untuk merayakan penghujung tahun di Asemka merupakan pilihan yang tepat, pasalnya di Asemka harga jauh lebih miring dibanding di lapak dagang toko-toko biasa.
"karena di Asemka lebih murah sih ya, kalau banyak pilihan sebenarnya ditempat lain juga banyak tapi kan harganya beda juga lah, kalau disini misal 20 ribu ditempat lain bisa 30-40 ribu," ujar Aini.
Hingga saat ini, pembeli kembang api, petasan, terompet hingga atribut-atribut tahun baru masih ramai dan membludak dikawasan pasar Asemka, padahal toko-toko lain sudah mulai menutup dagangannya.