Sabtu, 11 April 2026

Pembunuhan Sadis Pulomas

Inilah Alasan Ramlan Butarbutar Dijuluki Kapten Pincang

Ramlan yang merupakan residivis perampokan rumah mewah sejak tahun 2001 terpantau di CCTV tersebut berjalan pincang.

Editor: Suprapto
Kompas.com
Salah satu dari dua tersangka pelaku pembunuhan sadis di Pulomas yang ditangkap polisi pada Rabu (28/12/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Tim gabungan Jatanras Polda Metro Jaya, Polres Kota Bekasi dan Polres Kota Depok menangkap tiga dari empat pelaku perampokan disertai pembunuhan keluarga pengusaha properti, Dodi Triono.

Baca: Inilah Alasan Polisi Tembak 3 Perampok dan Pembunuh Sadis Pulomas Jakarta

Ketiga tersangka itu adalah Ramlan Butarbutar (59) dan Erwin Situmorang, ditangkap di rumah kontrakan Ramlan, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (28/12/2016) siang. Satu tersangka lagi A Sinaga dibekuk di Bekasi Utara.

Baca: Melakukan Perlawanan, Pembunuh Sadis Pulomas Ditembak Polisi

Keberhasilan polisi menangkap mereka karena sosok Ramlan Butarbutar terpantau dalam rekaman CCTV rumah Dodi Triono.

Ramlan yang merupakan residivis perampokan rumah mewah sejak tahun 2001 terpantau di CCTV tersebut berjalan pincang.

Ciri khas tersebut membuat Ramlan Butarbutar dijuluki Kapten Pincang.

Sebab, Ramlan kerap menjadi tokoh utama dalam setiap aksi perampokan kelompoknya.

"Yang pertama Ramlan Butarbutar, yang bersangkutan berperan sebagai kapten. Dia yang lebih dominan dalam perampokan dan pembunuhan di rumah (Dodi Triono) itu," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016) malam.

Menurut Iriawan, Ramlan Butarbutar bukan pemain baru dalam kejahatan perampokan rumah mewah di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ia sudah terlibat dalam sejumlah aksi perampokan sejak tahun 2001.

Dan sebelum memimpin 'aksi' di rumah Dodi Triono di Pulomas, Ramlan Butarbutar sempat menjadi DPO dari Polresta Depok karena terlibat perampokan rumah mewah warga negara Korea Selatan di perumahan Griya Telaga Permai, Cibubur, Depok, Jawa Barat pada 11 Agustus 2015.

"Dia sudah berapa kali keluar masuk LP dan sudah berapa kali pula kami melakukan penangkapan," ujar Iriawan.

"Yang bersangkutan punya ciri kalau berjalan pincang. Itu karena dia punya penyakit ginjal. Dan itu sesuai yang di CCTV," sambungnya.

Ramlan tewas setelah ditembak polisi saat penangkapan.

Diberitakan sebelumnya, enam orang ditemukan tewas dan lima orang selamat di dalam sebuah toilet sempit rumah Dodi Triono, Pulomas, Jaktim, pada Selasa (27/12/2016) pagi.

Hasil penyelidikan polisi, pelaku berjumlah empat merampok di rumah tersebut dengan menyekap dahulu 11 penghuni rumah di dalam toilet sempit.

Hal itu mengakibatkan enam orang, termasuk pemilik rumah dan kedua putrinya tewas kehabisan oksigen.

Penulis: Abdul Qodir

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved