Breaking News:

Tips Kesehatan

Hah, Kaki Bayi Keluar Rahim Ibu Bikin Heboh, Ini Penyebabnya

Hasil foto MRI itu memperlihatkan kaki bayi keluar dari rahim ibunya. Gambar ini pun bikin heboh. Ko bisa ya?

Editor: Suprapto
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Sebuah gambar mengejutkan terlihat dari hasil MRI pada kandungan seorang ibu hamil. Hasil foto MRI itu memperlihatkan kaki bayi keluar dari rahim ibunya.

Kasus langka ini terjadi pada seorang wanita berusia 33 tahun. Awalnya, wanita tersebut tak merasakan adalah yang salah pada kandungannya.

Baca: Cegah Kanker Rahim, BPJS Kesehatan Gelar Pemeriksaan IVA dan Papsmear

"Keanehan" itu baru terlihat setelah ia memeriksakan USG pada usia kandungan 22 minggu.

Baca: Hah, Donald Trump Disebut-sebut Yatim Dari Pakistan Bernama Dawood Ibrahim Khan

Berdasarkan laporan The New England Journal of Medicine, dinding rahim wanita itu sampai robek sebesar 2,5 cm karena ulah bayinya.  

Bahkan, kantung ketubannya juga terlihat menonjol keluar. Kaki janin pun terlihat dalam kantung ketuban itu. Kondisi itu terlihat jelas dari hasil pemeriksaan MRI.

Dokter kandugan, Pierre-Emmanuel Bouet dari Angers University Hospital mengaku belum pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya.

"Kondisi ini memang sangat langka," katanya kepada Live Science.

Dalam literatur yang ada, hanya ada 26 kasus serupa yang dilaporkan. Untuk kasus ini, wanita tersebut pernah menjalani operasi caesar pada lima kehamilan sebelumnya. Jadi, ini adalah kehamilannya yang keenam.

Dokter menduga, kondisi dinding rahim wanita itu telah melemah sehingga mudah robek ketika bayi menendang-nendang di dalam kandungan. Daerah luka bekas operasi terlihat rapuh.

Dokter pun memeringatkan berbagai risiko pada wanita itu, mulai dari kelahiran prematur hingga komplikasi kehamilan serius yang disebut plasenta akreta, di mana plasenta tidak terlepas dari dinding rahim setelah melahirkan.

Tindakan operasi caesar sebenarnya harus segera dilakukan karena berbagai risiko itu. Namun, usia kehamilan masih terlalu muda. Dokter memastikan janin masih memiliki detak jantung.

Wanita dan suaminya pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya, tetapi dengan pemantauan ketat dari tim dokter.

Pada usia kehamilan 30 minggu, robekan di dinding rahim bahkan bertambah.

Tak ada jalan lain, dokter terpaksa harus melakukan operasi caesar. Beruntung, bayi laki-laki tersebut lahir dengan sehat. (Dian Maharani)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved