Pemerintah Bayar 61 Bidang Lahan MRT di Jaksel

Pembayaran dilakukan di Kantor Badan Pertanahan Kota Jakarta Selatan di Tanjung Barat, Jagakarsa, menindaklanjuti hasil appraisal harga lahan.

Pemerintah Bayar 61 Bidang Lahan MRT di Jaksel
Warta Kota/Gopis Simatupang
Pembayaran lahan itu dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal, dan para pemilik lahan. 

WARTA KOTA, JAGAKARSA -- Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pembayaran terhadap 61 dari 127 bidang lahan yang diperlukan untuk lahan proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).

Pembayaran dilakukan di Kantor Badan Pertanahan Kota Jakarta Selatan di Tanjung Barat, Jagakarsa, menindaklanjuti hasil appraisal harga lahan, beberapa waktu lalu.

Sedianya, pembayaran bagi bidang lahan dilakukan sebelum 15 Desember, namun terlambat dengan berbagai alasan. Bagi warga yang belum sepakat dengan harga appraisal, pemerintah akan menitipkan uangnya di pengadilan (konsinyasi).

Dari 61 bidang lahan yang dibayarkan, 38 di antaranya menjadi tanggungjawab Dinas Bina Marga DKI dan 23 lahan lainnya dibayar oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI.

Pembayaran lahan itu dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal, dan para pemilik lahan.

"Kita melakukan pembayaran bidang tanah yang telah dilakukan penelitian berkas. Sedangkan pembayaran untuk bidang yang lainnya menyusul," ujar Tri, Jumat (23/12/2016).

Tri berharap, warga yang sudah menerima pembayaran bidang lahan segera membongkar bangunannya masing-masing agar pelaksana proyek MRT dapat bekerja.

"Kalau sudah terima uang jangan lupa bongkar sendiri rumahnya, kita berikan waktu 14 hari. Saya berharap sudah selesai semua sebelum 14 hari," bilang Tri.

Untuk membebaskan 127 bidang lahan ini pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar. Terdiri dari Rp 250 miliar dana Dinas Bina Marga DKI untuk membebaskan 102 bidang, dan Rp 50 miliar dari Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI untuk bebaskan 25 bidang.

Sebagai informasi, ke-127 bidang lahan yang akan dibebaskan untuk proyek MRT terletak di tujuh kelurahan di tiga kecamatan.

Antara lain 13 bidang di Pulo, 3 di Gunung (Kebayoran Baru); 4 di Pondok Pinang (Kebayoran Lama; 16 di Cipete Selatan, 26 di Gandaria Selatan, 41 di Lebak Bulus, 24 di Cilandak Barat (Cilandak). Proyek MRT sendiri ditargetkan rampung 2019.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved