Breaking News:

Ekesklusif Warta Kota

Kampung Batik Palbatu, Upaya Melestarikan Warisan Budaya Luhur di Jakarta

Kalau pelatihan ini kan sebenarnya hanya dbutuhkan waktu 2–4 jam untuk proses dari awal hingga finishing.

Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Nurfitri Aprilia
Kampung Batik di Palbatu. 

WARTA KOTA, TEBET -- Berawal dari kecemasan akan lunturnya budaya membatik serta tidak adanya tempat edukasi membatik di Jakarta, ketiga penggagas kampoeng batik akhirnya merealisasikan ide mereka menjadi sebuah tindakan nyata.

Dieksekusi oleh Budi Dwi Hariyanto, bersama kedua rekannya Budi Irawan dan Bimo, jadilah kini kampoeng batik yang berlokasi di Jl. Palbatu IV No. 17 Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

Didirikan tahun 2011 dengan mengundang 18 pembatik dari wilayah Jawa, ketiga penggagas ini memiliki maksud untuk memberikan pelajaran membatik kepada para warga di wilayah Jalan Palbatu dan sekitarnya dengan tujuan untuk melestarikan budaya batik dengan tindakan nyata.

Kampung Batik

Kini, setelah 5 tahun berdiri kampoeng batik menjadi salah satu tempat edukasi di Jakarta yang memiliki sertifikat, serta memiliki sedikit banyak sponsor salah satunya dari PT Indonesia Power.

Kampoeng batik sendiri kini memiliki sedikitnya 13 pengajar membatik yang berasal dari daerah Palbatu, Jakarta Selatan, para pengajar ini dihadirkan untuk memberi edukasi kepada para masyarakat serta pengunjung yang hendak mengenal batik lebih dalam.

Salah satu pengajar yang pada Jumat (23/12) ditemui di kampoeng batik tersebut terlihat sedang mencanting salah satu kain dengan ukuran kurang lebih 150x50 meter, Ani namanya.

Wanita yang bekerja sebagai pengajar sejak tahun 2013 ini mengatakan kalau tempat edukasi ini sering kali kedatangan tamu dari berbagai instansi pendidikan ataupun individu.

Pengunjung yang bermaksud untuk mengenal lebih dalam proses membatik dan mempelajarinya akan diarahkan untuk mengikuti kelas membatik.

Kelas membatik untuk peserta dibawah 7 oang tidak diperlukan reservasi terlebih dulu karena menurut Ani satu pengajar dapat menangani ke 7 peserta tersebut, namun bila lebih maka diperlukan reservasi untuk kelas membatik tersebut.

“Kalau peserta lebih dari 7 biasanya reservasi dulu mbak, karena kan pengajarnya harus lebih dari satu orang,” ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved