Breaking News:

Operasi Tangkap Tangan

Alasan Sanusi Menangis saat Bacakan Pledoi

Sanusi mengatakan, saat membaca nota pembelaan itu dia teringat sosok ibunya yang meninggal ketika Sanusi tengah menjalani proses hukum terkait kasus

Editor: Andy Pribadi
Kompas.com/David Oliver Purba
M Sanusi saat hendak membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Terdakwa kasus dugaan suap raperdareklamasi dan pencucian uang, Mohamad Sanusi, menjelaskan alasan dirinya menangis saat membacakan nota pledoi atau pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/12) kemarin.

Sanusi mengatakan, saat membaca nota pembelaan itu dia teringat sosok ibunya yang meninggal ketika Sanusi tengah menjalani proses hukum terkait kasus tersebut.

"Karena cerita orang tua, ibu tadi. Ya kamu punya orangtua kamu teringat lagi, bagaimana?" kata Sanusi kepada Kompas.com usai persidangan.

Nota pembelaan yang dibacakan Sanusi dibuat oleh dirinya sendiri. Sanusi mengaku membuat nota pembelaan itu selama tiga hari.

"Saya bikin sendiri, pembelaan sendiri nggak mungkin orang bikin pembelaan untuk saya," kata Sanusi.

Dalam nota pembelaan itu ia menyampaikan sejumlah sumber pendapatannya mulai 2009 sampai 2016.

Sanusi juga menjelaskan sejumlah aset miliknya yang dinyatakan jaksa penuntut umum sebagai hasil pencucian uang.

Sanusi meminta agar aset yang telah disita itu dikembalikan kepadanya.

Persidangan akan kembali digelar pada Kamis ini.

Mantan anggota DPRD DKI dituntut jaksa dengan hukuman 10 tahun penjara.  (David Oliver Purba)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved