Sabtu, 25 April 2026

Bom Tangsel

Teroris di Tangerang Selatan, Diduga Terkait Sindikat Rekrutan di LP Cipinang

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, sindikat tersebut direkrut di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta.

Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan pernyataan pers usai menggelar rapat dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016). 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Empat orang terduga teroris di Tangerang Selatan disebut terkait dengan jaringan teroris di beberapa daerah di Indonesia.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, sindikat tersebut direkrut di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta.

"Tetap terakit, karena memang kelompok ini sebetulnya nyambung juga, mereka direkrut di LP Cipinang," kata Tito kepada Wartawan di lokasi ditemukan bom di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Rabu (21/12).

Tito menjelaskan, jaringan kelompok ini juga masih terkait dengan pelaku yang ditangkap di Bekasi beberapa waktu lalu.

"Karena dulunya, salah satu pimpinan kelompok ini namanya OM alias AR, dia juga terkait dengan Ivan Hasibuan tersangka penusukan pastur Gereja di Medan beberapa waktu lalu," kata dia.

Dari penelusuran aparat, akata Tito, Ivan terkait dengan salah satu anak buah Dul Matin, bernama Abdul Haikal yang dipenjara di LP Cipinang.

"Jadi pertemuan mereka ini sebetulnya dia napi kekerasan kriminal biasa, bukan teror, tapi direkrut di dalam lapas oleh Abdul Haikal," ujar Tito.

Dari penggerebekan yang dilakukan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Curug, Desa Babakan, Kecamatan Setu, aparat mengamankan sejumlah ransel yang berisi tiga buah bom pipa aktif dan senjata api.

Tiga orang pelaku tewas ditembak mati lantaran melakukan perlawanan, sementara satu orang diamankan dalam keadaan hidup. (Acep Nazmudin)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved