Breaking News:

Kata Kapolresta Depok, Teroris di Indonesia Diperintahkan Menyerang Oleh Khilafah di Suriah

Informasi tersebut, kata Herry, membuat semua pihak menjadi kurang nyaman dan diharapkan tetap waspada.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/BUDI MALAU
Kapolresta Depok ajak pimpinan gereja dan tokoh agama gelar rapat koordinasi pengamanan Natal dan tahun baru. 

WARTA KOTA, DEPOK - Kapolres Kota Depok Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan, saat ini kelompok radikal atau teroris di Indonesia telah diperintahkan oleh khilafah di Suriah, untuk melakukan penyerangan.

Informasi tersebut, kata Herry, membuat semua pihak menjadi kurang nyaman dan diharapkan tetap waspada.

Karena itu, menurut Herry, pihaknya mengumpulkan semua pimpinan gereja di Depok serta tokoh agama, berikut pimpnan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Depok, untuk membahas keamanan menyambut Natal 2016 dan Tahun baru 2017.

"Saat ini kelompok radikal atau teroris ada perintah dari khilafah untuk melakukan penyerangan. Khilafah yang saat ini berada di daerah Suriah. Agar dengan adanya penyerangan ini membuat kita menjadi kurang nyaman. Maka dengan kesempatan ini saya kumpulkan bersama semuanya," kata Herry dalam arahannya di Rapat Koordinasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru, di Mapolresta Depok, Sabtu (17/12/2016).

Herry yang baru satu bulan menjabat Kapolresta Depok dan memiliki latar belakang bertugas di reserse selama 20 tahun dan pernah bertugas di Detasemen 88, akan berupaya semaksimal mungkin mengantisipasi gangguan keamanan dari para teroris dan kelompok radikal itu.

Menurutnya, kepolisian meminta semua pihak, termasuk para tokoh agama dan pimpinan gereja di Depok, untuk bahu-membahu menjaga situasi keamanan di Depok yang kini kondusif.

"Negara kita ini berdasakan Pancasila, maka dari itu kita agar bersama-sama bertoleransi terhadap umat beragama dan tidak saling membeda-bedakan agama, suku dan ras," cetus Herry.

Kepolisian, kata Herry, bersama jajaran Kodim Depok serta dibantu Satpol PP Depok, akan mengerahkan personelnya menjaga situasi keamanan saat perayaan Natal dan Tahun Baru di Depok.

Saat ini terdapat sedikitnya 133 gereja di Depok, yang semuanya akan dijaga oleh personel gabungan saat menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved