Kamis, 23 April 2026

Burung Kicau

Banyak Perlombaan Pasar Burung Pramuka Ramai Dikunjungi

Sepi pengujung sendiri pernah dialami ketika adanya isu flu burung, namun saat ini keadaan sudah kembali membaik.

Joko Supriyanto
Adanya perlombaan burung yang saat ini kian santer membuat Pasar burung Pramuka yang terletak di Jalan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, ramai didatangi para pecinta burung. 

WARTA KOTA, MATRAMAN - Adanya perlombaan burung yang saat ini kian santer membuat Pasar burung Pramuka yang terletak di Jalan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, ramai didatangi para pecinta burung.

Pasar burung yang digadang-gadang sebagai Pasar burung terbesar di Asia ini memang kondisinya cukup bagus sehingga penggujung pun dibuat betah berlama-lama jika berada dipasar ini.

Baca: Murai Jadi Promadona di Pasar Burung Pramuka

Salah satu pedagang, Ucok (40) mengaku memang sudah lama menekuni pekerjaan sebagai penjual burung ini, adanya perlombaan burung memang pasar ini selalu ramai dikunjungi. "Mereka yang datang memang pecinta burung, tapi diantaranya mereka memang mencari burung untuk dilombakan, namun adapula yang memang hanya sekedar hobi saja," katanya kepada Warta Kota, Jumat (16/12/2016).

Walau begitu kondisi transaksi jual beli di Pasar Burung Pramuka ini tidak pernah sepi, sepi pengujung sendiri pernah dialami ketika adanya isu flu burung, namun saat ini keadaan sudah kembali membaik.

Herman (33) salah satu pembeli yang baru saja membeli burung murai mengatakan ia lebih memilih berkunjung ke Pasar Burung Pramuka dikarenakan jenis burung yang dijual banyak, sehingga lebih leluasa untuk memilih jenis burung yang diinginkan. "Disinikan banyak, apa lagi disini kondisinya didalam ruangan jadi gak kepanasan maupun keujanan, berbeda dengan tempat lain," katanya.

Saat ditanyai mengenai burung yang ia beli apakah untuk berlombaan, ia mengaku hanya sebagai hewan peliharaan. "Buat ramai-in rumah aja mas, kalo ada kicaun burung kayaknya enak aja didengar," katanya.

Pantauan Warta kota ketika memasuki pasar burung ini dari kejauhan sudah terdengar suara berbagai jenis burung saling bersahutan dari dalam pasar. Sudah tidak jelas lagi burung jenis apa yang sedang berkicau.

Sebagian pedagang tidak hanya menggunakan satu kios. Banyak juga pedagang yang menggunakan tiga sampai empat kios karena barang yang dijajakan tidak akan muat kalau dipaksakan masuk ke satu kios saja.

Ada dua gedung di Pasar Burung Pramuka, gedung baru dan lama. Tidak ada yang berbeda dari keduanya kecuali umur bangunannya. Total kios dari kedua gedung ini adalah 289 buah kios. Namun, pedagang di pasar ini hanya berjumlah 154 orang.

Pembelinyapun sangat beragam, tidak peduli dari strata sosial mana. Yang jelas mereka sama-sama penggemar burung. Sebagian besar didominasi oleh laki-laki. Ada saja tingkah dari pecinta-pecinta burung ini. ”Mereka bisa tahan sampai berjam-jam hanya untuk mengamati aktivitas satu burung. Setelah cocok, baru dibelinya burung itu,” kata Kuri.

Berprofesi sebagai penjual burung susah-susah gampang menurut Kuri (35) yang saat ini menempati kios dilantai dua. "Menjual burung tidak semudah yang dibayangkan, kalau masih belum tahu cara merawat burung dengan baik, akan semakin banyak burung yang mati sebelum terjual," katanya.

Kebanyakan burung-burung yang mati karena beberapa burung ditempatkan dalam satu kandang sehingga sering terjadi perkelahian antar burung. (Joko Supriyanto)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved