Penetrasi Pasar Rendah, Samsung Luncurkan Lini Baru Vacuum Cleaner

Penetrasi pasar home appliance di Indonesia dinilai masih rendah dibanding jumlah penduduk.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Ichwan Chasani
Consumer Electronics Business Director PT Samsung Electronics Indonesia, Agustinus Gunadarma, saat menunjukkan produk vacuum cleaner yang masih banyak peluang yang bisa diraih dalam bisnis ini. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Penetrasi pasar home appliance di Indonesia dinilai masih rendah dibanding jumlah penduduk.

Memanfaatkan peluang itu, Samsung mulai melebarkan lini baru bisnis home appliance dengan meluncurkan tiga varian vacuum cleaner.

Consumer Electronics Business Director PT Samsung Electronics Indonesia, Agustinus Gunadarma mengatakan, dengan masih rendahnya penetrasi pasar, khususnya untuk produk vacuum cleaner, masih banyak peluang yang bisa diraih dalam bisnis ini.

"Penetrasi vacum cleaner indonesia hanya 6 persen, ini jelas masih rendah. Namun adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang ingin serba praktis masih memberikan peluang," tuturnya, usai peluncuran tiga varian vacuum cleaner Samsung itu di Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Kamis (15/12).

Head of Digital Appliance Product Marketing PT Samsung Electronics Indonesia, Michael Adi Suharto menambahkan, peluncuran tiga varian vacuum cleaner itu juga berdasarkan fakta bahwa ada segmen masyarakat yang terus tumbuh dan membutuhkan perangkat serba praktis.

"Kalau base on unit, perkiraan pasar vacuum cleaner di Indonesia hanya sekitar 200 ribu per tahun. Bisnis kami berangkat dari fakta, kebutuhan konsumen kami itu apa. Ada kebutuhan yang terus tumbuh dengan makin banyaknya segmen masyarakat yang tinggal di perkotaan," ungkapnya.

Tiga varian vacuum cleaner yang menjadi lini baru Samsung di bisnis home appliance itu adalah PowerBot, PowerStick, dan Canister.

Ketiga varian tersebut memiliki fungsi serupa, namun dengan cara penggunaan yang berbeda.

Varian PowerBot menjadi produk vacuum cleaner tercanggih yang dikeluarkan Samsung.

Varian ini bisa dibilang robot vacuum cleaner karena bisa bekerja mandiri, atau bekerja dengan panduan sinar infra merah.

Produk ini dibekali kamera untuk pemetaan ruangan dan dipenuhi sensor di bagian bawah perangkat untuk akurasi dan sensitifitas tinggi dalam mendeteksi debu atau kotoran.

Selain itu, produk ini juga dilengkapi anti-tangle turbine dimana perputaran motornya mencapai 16 ribu RPM.

"Kalau tidak ada anti-tangle turbine, kotoran yang masuk bisa melilit turbine, dan itu bisa mengurangi daya hisap," terang Michael.

Produk yang dibanderol seharga antara Rp13 juta hingga Rp14 juta ini juga diklaim memiliki kemampuan daya hisap hingga 70 kali dibanding produk vacuum cleaner lainnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved