Dinas KUKMP DKI Tata Loksem PKL Bulungan

PKL di kawasan ini sedang dalam tahap melakukan pengajuan perizinan dan permohonan penaungan oleh KUKMP DKI Jakarta tersebut.

Dinas KUKMP DKI Tata Loksem PKL Bulungan
Nurfitri Aprilia
Suasana PKL Bulungan. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Nurfitri Aprilia

WARTA KOTA, PALMERAH -- Lokasi dagang sementara (loksem) yang berada di Jalan bulungan, Jakarta Selatan tepatnya di belakang Blok M Plaza tersebut merupakan lokasi dagang yang mendapatkan izin resmi.

Meski begitu dikatakan oleh Soni (30) yang juga sebagai pedagang salah satu ayam bakar di kawasan tersebut, izin yang dikantongi oleh pedagang-pedagang kaki lima (PKL) disini baru merupakan izin dari pemda setempat, bukan izin resmi dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta.

Meski begitu, Soni mengatakan kalau PKL di kawasan ini sedang dalam tahap melakukan pengajuan perizinan dan permohonan penaungan oleh KUKMP DKI Jakarta tersebut.

“Kalau sekarang sih belum ya jadi masih sementara kita, karena bangunan tenda kita pun yang bongkar pasang kan ini. Tapi memang sedang dalam tahap pengajuan sih, tinggal tunggu kabar baiknya aja dari KUKMP nya,” ucapnya.

Rupanya pengajuan izin tersebut sudah mendapat tanda-tanda angin segar menurut Soni, sebab pihak KUKMP juga sudah beberapa kali meninjau tempat ini untuk ditata ulang menjadi bangunan tenda yang permanen.

“Kalau denger-denger dari tinjauan sebelumnya sih, kemungkinan kita akan diubah juga tendanya ya jadi lebih rapih dan seragam mungkin kaya yang di pujasera melawai itu, tapi memang belum pasti sih. Tapi kan yang penting kalau kita mendapat izin resmi dari KUKMP agar tidak khawatir dengan penggusuran-penggusuran kan,” terang pria asal Jakarta ini.

Sedikitnya 15 tenda yang berdiri dikawasan Loksem tersebut, diantaranya makanan yang dijajakan diloksem tersebut ada Ayam bakar, Soto ayam, Bakso dan Mie ayam, Gado-gado, Ketoprak dan lain-lain. Seluruh pedagang ini dipastikan oleh Soni akan turut serta dalam permohonan perizinan tersebut, terkecuali PKL yang hanya berjualan di malam hari. Soni mengaku tidak dapat memastikan mengenai hal tersebut.

Selain Soni, ada Aminah yang juga berjualan di kawasan Loksem tersebut. Wanita yang mengaku sudah berjualan sejak tahun 2000-an ini mengaku kalau permohonan izin KUKMP ini akan segera dikantongi oleh PKL sekitar 2017 awal.

“Perizinan ini kita sih sudah koordinasi sama seluruh pedagang dan pemda juga, insya allah katanya 2017 awal sudah dapet penataan dari KUKMP-nya,” tutur wanita ini.

Selain pedagang yang antusias mengenai perizinan dari KUKMP ini rupanya pelanggan yang saat ditemui sedang memesan makanannya juga mengatakan setuju bila loksem ini mendapat penataan yang lebih baik, pasalnya loksem ini merupakan tempat makan yang strategis diantara pertokoan dan perkantoran disekitar.

“wah saya ya setuju, kenapa karena kan ini strategis ya, dan kalau ditata juga akan lebih enak makannya nanti kita, selain itu toh PKL ini tidak mengganggu jalan jadi untuk apa dilarang kan lebih naik di support saja,” tutur Andi, salah seorang pelanggan di Ayam bakar Ganthari di loksem tersebut.

Sementara dari pihak KUKMP belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai rencana penataan ulang loksem di kawasan Bulungan ini.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved