Waktu Pengerjaan Molor, Pengembang Minta Revisi Kontrak Proyek Terminal Terpadu Depok

Menurut Muttaqin, sesuai jadwal pengerjaan, pertengahan 2016 Pemkot Depok mestinya sudah harus memindahkan terminal ke halaman Stadebar.

Waktu Pengerjaan Molor, Pengembang Minta Revisi Kontrak Proyek Terminal Terpadu Depok
Maket Terminal Terpadu Depok 

WARTA KOTA, DEPOK -- Juru Bicara PT Andyka Investa Muttaqin, selaku pengembang dan investor mega proyek Terminal Terpadu Kota Depok senilai Rp 1,3 Triliun, meminta Pemkot Depok mau merevisi sedikit kontrak kerjasama mereka, jika sampai pertengahan 2017 mendatang, bangunan utama terminal belum juga rampung dibangun sehingga belum dapat diserahterimakan ke Pemkot Depok.

Sebab kata Muttaqin, jika pengerjaan bangunan utama tidak rampung pada pertengahan 2017 sesuai kontrak kerjasama yang mereka sepakati 2015 lalu, kesalahan utama bukan terjadi di pihaknya.

"Justru hal ini karena Pemkot Depok terkendala dalam penggunahan halaman Stasiun KA Depok Baru untuk dijadikan terminal sementara, supaya lahan terminal lama dapat kami kerjakan. Karenanya jika pertengahan 2017 bangunan utama belum rampung, kami akan mnta revisi kontrak," kata Muttaqin, kepada Warta Kota, Senin (12/12).

Menurut Muttaqin, sesuai jadwal pengerjaan, pertengahan 2016 Pemkot Depok mestinya sudah harus memindahkan terminal ke halaman Stadebar.

Dengan begitu lahan di terminal lama steril dari kendaraan dan bisa dilakukan pengerjaan grounbreaking oleh pengembang.

"Namun sampai saat kini, pemindahan terminal ke terminal sementara yang direncanakan di halaman Stadebar masih belum dapat dilakukan dan ada sedikit masalah. Jadi kami masih menunggu uipaya Pemkot Depok menyelesaikan kendala itu, agar pengerjaan bisa kami lakukan segera," katanya.

Ia mengatakan sesuai rencana setelah bangunan utama terminal rampung, maka pihakya melanjutkan mengerjakan bangunan lainnya terutama bangunan yang terintegrasi dengan Stasiun KA. "Termasuk hotel dan apartemen 30 lantai serta blok komersil," kata Muttaqin.

Muttaqin mengatakan sesuai schedule yang disusun pihaknya pengerjaan bangunan utama seharusnya sudah bisa dilakukan pertengahan 2016 dan rampung pertengahan 2017.

Namun ternyata hal itu meleset karena adanya kendala sehingga pembangunan belum bisa dilakukan.

"Sebab lahan terminal masih digunakan, karena pemindahan kendaraan ke lahan terminal sementara, di halaman Stadebar, belum berhasil dilakukan Pemkot Depok," kata Muttaqin.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved