Gempa Aceh

Jumlah Pengungsi Korban Gempa Aceh Bertambah Saat Malam, Berkurang Pada Siang dan Sore Hari

Jumlah pengungsi akibat gempa tektonik 6,5 Skala Richter di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kembali bertambah.

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menjenguk pasien korban bencana gempa bumi di Rumah Sakit Dr Zainoel Abidin, Banda Aceh, Kamis (8/12/2016) malam. 

WARTA KOTA, MATRAMAN - Jumlah pengungsi akibat gempa tektonik 6,5 Skala Richter di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kembali bertambah. Hingga Sabtu (10/12/2016), total pengungsi mencapai 45.329 orang.

"Dari jumlah tersebut, 43.613 jwa berada di Kabupaten Pidie Jaya, dan 1.716 di Bireun," ujar Kepala Pusat Data informasi dan Humas (kapusdatin) Badan Nasioal Penanggulangan ‎Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jalan Pramuka 38, Matraman, Jakarta Timur.

Menurut Sutopo, jumluh pengungsi setiap harinya terus berubah-ubah. Jumlah pengungsi biasanya akan bertambah pada malam hari, dan berkurang pada siang dan sore hari.

"Karena masyarakat pengungsi kembali ke rumah untuk melihat kondisi tempat tinggalnya, melakukan pembersihan, dan ada juga yang melakukan aktivitas sehari hari, sehingga pada siang hari di pos-pos pengungsian tidak seperti jumlah pada malam hari," jelas Sutopo.

Korban gempa yang terjadi pada 7 Desember lalu tersebut, tersebar di delapan kecamatan, yakni Bandar Dua, Bandar Baru, Pante Raja, Jangka Buya, Tringgadeng, Meureudu, dan Alee Glee.‎

Saat ini tim, tanggap darurat dan evakuasi yang terdiri dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur masyarakat, masih melakukan penyisiran untuk mencari korban yang tertimpa reruntuhan.

Pengungsi juga masih memerlukan bantuan tenda, terutama tenda keluarga. Menurut Sutopo, banyak pengungsi yang kembali ke rumah dan tinggal di atas reruntuhan atau sekitarnya.

‎"Tipikal masyarakat kita, pengungsi gempa tidak mau berlama lama di tenda pengungsian‎," jelas Sutopo.

Menurutnya, para pengungsi banyak yang kembali ke rumahnya untuk mencari barang-barang yang bisa diselamatkan. Sebagian dari pengungsi juga memilih tinggal di sekitar rumah untuk menjaga barang berharga yang masih tertimbun reruntuhan.

‎"Mereka ingin mendirikan tenda di halaman rumah. Mereka masih nyaman tinggal di halaman rumah. Ini yang sering kali kenapa pengungsi memerlukan bantuan tenda," paparnya.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved