Sabtu, 2 Mei 2026

Ini Alasan Teman Ahok Ingin Sidang Kasus Penistaan Agama Disiarkan Langsung

"Kami pengennya live, misalnya di Kepulauan Seribu, orang lebih gampang salah paham karena dipotong-potong (videonya)," ujar Amalia.

Tayang:
Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Dany Permana
Massa dari Teman Ahok mengumpulkan dukungan melalui petisi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/3/2015). Kegiatan yang mengusung tema #GueAhok tersebut menggalang dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta yang sedang menghadapi pertentangan dengan DPRD Jakarta terkait dana APBD. 

WAERA KOTA, PALMERAH -- Kelompok relawan pendukung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Teman Ahok, berharap agar sidang kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa disiarkan secara langsung di sejumlah stasiun televisi.

Menurut Juru bicara "Teman Ahok", Amalia Ayuningtyas, jika persidangan dilakukan secara langsung, masyarakat bisa melihat serta menilai kasus yang dituduhkan kepada Ahok.

Amalia menilai, Ahok tidak pernah menistakan agama seperti yang dituduhkan sebagian orang.

"Kami pengennya live, misalnya di Kepulauan Seribu, orang lebih gampang salah paham karena dipotong-potong (videonya)," ujar Amalia di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2016).

"Kalau live dia (Ahok) punya argumen, jadi kami berharap masyarakat kalau Pak Ahok tidak punya kesengajaan (menista agama) dan beliau juga udah minta maaf," ujar Amalia.

Amalia menambahkan, persidangan yang disiarkan secara langsung juga bisa memberikan jawaban serta klarifikasi atas sangkaan-sangkaan yang beredar saat ini.

Sementara itu Dewan Pers telah memberikan imbauan agar institusi pers, khususnya televisi, tidak menyiarkan secara langsung jalannya persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Ahok. Sebab, siaran langsung itu dikhawatirkan berimplikasi pada disintegrasi bangsa.

"Kami mengimbau kepada komunitas media, kita sama-sama bangun komitmen. Ada bahaya besar kalau ini disiarkan secara langsung," kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (9/12/2016).(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved