Kamis, 23 April 2026

Anies-Sandi Bakal Bangun Aplikasi untuk Mencegah Korupsi

Lewat aplikasi tersebut, seluruh kegiatan Pemprov DKI Jakarta akan diketahui secara terbuka.

TRIBUNNEWS/TAUFIK ISMAIL

WARTA KOTA, MENTENG -- Perang melawan tindak pidana korupsi berulang kali disampaikan, tetapi kejahatan korupsi kembali ditemukan.

Adanya tindak pidana korupsi itu disampaikan Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan karena terdapat celah, kesempatan yang digunakan oknum aparat untuk menyelewengkan jabatannya.

Terkait hal tersebut, dirinya bersama Sandiaga Salahudin Uno mengaku secara nyata memberantas korupsi apabila terpilih kelak.

Dirinya pun mengaku, telah menyiapkan sebuah aplikasi agar masyarakat dapat mengawasi alur tata kelola keuangan Pemprov DKI Jakarta.

"Oleh pemerintah kami nanti akan siapkan aplikasi, sehingga warga kota Jakarta bisa tahu apa saja yang akan dikerjakan oleh Pemda. Karena transparansi akan menggiring ke tata kelola (pemerintahan-red) yang baik," ungkap Anies di rumah pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2016).

Lewat aplikasi tersebut, seluruh kegiatan Pemprov DKI Jakarta akan diketahui secara terbuka, mulai dari besaran anggaran, waktu pelaksanaan, dan proyeksi program kerja.

"Kita ingin seluruh rencana kerja pemerintah bisa dilihat, rencana kerja pemerintah daerah ini dari anggaran kita tahu yang dieksekusi mana yang tidak. Transparansi jadi nomer satu," jelasnya.

Bersamaan dengan sikap anti korupsi, pihaknya akan meminta seluruh pejabat di Pemprov DKI Jakarta untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

Laporan kekayaan tersebut katanya juga akan dipublikasikan. Sehingga apabila sewaktu-waktu harta naik dan tidak bisa dipertanggungjawabkan masyarakat mengetahuinya.

"Dan itu kami laksanakan ketika di Kemendikbud, LHKPN saya dipasang di semua gedung, di kantor Kemendikbud, senua staf bisa lihat bisa bandingkan dan satu lagi dalam periode kepemimpinan kami 100 persen pejabat di Kemedikbud melaporkan LHKPN pertama kali dalam sejarah kementerian," beber Anies.

"Kami ingin memerangi korupsi tidak hanya sekadar kata-kata.

Tapi, apa yang pernah kami lakukan (Kementerian Pendidikan RI-red). Kami membaca track record, kami membawa apa sudah kami kerjakan, kami akan lanjutkan di Jakarta," tutupnya menambahkan.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved