Pemkot Depok Gagal Bongkar Tembok Jalan Penghubung Terminal

Rencana pembongkaran tembok jalan penghubung antara Terminal Depok dengan halaman Stasiun KA Depok Baru, Jumat (9/12/2016) pagi, batal dilakukan.

Pemkot Depok Gagal Bongkar Tembok Jalan Penghubung Terminal
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pagar tembok panel yang menutup jalan penhubung antara Terminal Depok dan Stasiun KA Depok Baru, menjadi kendala dimulainya pengerjaan Terminal Terpadu Depok, Jumat (9/12/2016). 

WARTA KOTA, DEPOK - Rencana pembukaan atau pembongkaran tembok jalan penghubung antara Terminal Depok dengan halaman Stasiun KA Depok Baru (Stadebar), Jumat (9/12/2016) pagi, agar pembangunan mega proyek Terminal Terpadu Kota Depok senilai Rp 1,3 triliun bisa dimulai batal dilakukan.

Ratusan petugas gabungan dari Satpol PP Depok, Dishub Depok, Polresta Depok dan Kodim Kota Depok, harus kembali tanpa terbukanya jalan penghubung tersebut.

Pihak PT KAI yang membangun tembok sepanjang sekitar 15 meter setinggi 2 meter di depan lahan Stadebar, menolak dengan tegas rencana pembongkaran dan mengajak Pemkot Depok membicarakan lagi hal itu dengan mengadakan rapat koordinasi lanjutan, pekan depan.

Selain itu, untuk mengamankan tembok yang menutup jalan penghubung agar tak dibongkar, PT KAI sempat menurunkan sejumlah anggota TNI AL untuk melakukan pengamanan di sepanjang pagar tembok panel.

Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Yusmanto, menuturkan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan selaku pemilik lahan 7900 meter persegi di depan Stadebar.

Dalam kerjasama itu, Kemenhub mengizinkan lahan dipakai Pemkot Depok sebagai pengalihan kendaraan atau terminal sementara, saat lahan terminal Depok dibangun.

"Karena sudah disetujui Kemenhub, maka jalan penghubungnya akan kami buka agar kendaraan bisa melintas dan pemgalihan terminal sementarta bisa dilakukan," katanya.

Sebab pengerjaan proyek Terminal Terpadu Kota Depok kata Yusmanto, tidak bisa dilakukan pengembang PT Andyka Investa, jika terminal tidak dipindahkan sementara ke lahan di depan Stadebar, yang kita pinjam dari Kemenhub.

Menurut Yusmanto, pihaknya sudah 3 kali mengundang PT KAI untuk membicarakan soal rencana pembukaan tembok yang menutup jalan penghubung,

"Tapi pihak PT KAI yang berwenang mengambil keputusan tidak pernah datang. Yang datang hanya staf atau kepala stasiun yang tidak punya wewenang memutuskan apa-apa," katanya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved