Ahok Tersangka

KY Minta Siaran Langsung Sidang Ahok Dilakukan Terbatas

KY, lanjutnya, tidak dalam posisi menghalangi akses publik atas asas keterbukaan informasi dan akuntabilitas pada proses persidangan.

Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH - Komisi Yudisial (KY) meminta pihak stasiun televisi tak serta-merta menyiarkan siaran langsung persidangan tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Meski begitu, KY mengakui bahwa dalam perspektif asas hukum yang berlaku secara universal, setiap sidang pada prinsipnya terbuka untuk umum.

"Hal ini untuk menghindari saksi saling memengaruhi, sehingga tidak memberikan keterangan yang seharusnya, sebagaimana yang mereka dengar sendiri, mereka lihat sendiri, atau mereka alami sendiri," jelas Juru Bicara KY Farid Wajdi melalui keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (9/12/2016).

KY, lanjutnya, tidak dalam posisi menghalangi akses publik atas asas keterbukaan informasi dan akuntabilitas pada proses persidangan.

Namun, kata Farid, sidang yang terbuka untuk umum dan kemudian dilakukan siaran langsung, juga harus menghormati norma beracara di peradilan, dan itu tetap menjadi tuntunan semua pihak.

"Siaran langsung persidangan tanpa batas dapat mengganggu independensi dan obyektivitas hakim, plus membelah opini dalam situasi yang tidak menguntungkan," tambahnya.

Dengan begitu, KY berharap ada kompromi dalam menyiarkan langsung proses persidangan, yakni siaran langsung dapat dilakukan tetapi terbatas.

"Siaran langsung dapat dilakukan pada bagian-bagian tertentu, semisal pada pembacaan tuntutan, pleidoi, dan pembacaan putusan," urai Farid. (Amriyono Prakoso)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved