Breaking News:

Ahok Tersangka

Bagir Manan Sarankan Sidang Ahok Tidak Disiarkan Langsung, Ini Alasannya

Mantan Ketua Dewan Pers Prof Bagir Manan menyarankan persidangan di Indonesia mencontoh negara lain.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Acara forum rembuk media bertajuk 'Etika dan Live Report Persidangan Ahok' yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2016). 

WARTA KOTA, KEBON SIRIH - Mantan Ketua Dewan Pers Prof Bagir Manan menyarankan persidangan di Indonesia mencontoh negara lain.

Hal ini ia katakan menanggapi akan digelarnya sidang perdana tersangka kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Selasa (13/12/2016) pekan depan.

Bagir Manan mengatakan, hampir tidak ada siaran langsung dalam persidangan yang dilakukan di negara lain, baik itu di negara bebas maupun tertutup.

"Tradisi di negara yang bebas sekalipun, apalagi negara yang tertutup, mereka tidak membiasakan adanya live untuk persidangan pengadilan," ujar Bagir Manan saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2016).

Menurutnya, tidak disiarkannya persidangan, lantaran dinilai bisa mempengaruhi kebebasan hakim dalam melakukan tugasnya.

"Karena mereka takut melanggar, dengan adanya siaran publik itu akan mempengaruhi kebebasan hakim," jelas Bagir dalam acara forum rembuk media bertajuk 'Etika dan Live Report Persidangan Ahok' tersebut.

Ia menegaskan, hakim memiliki kebebasan yang sangat absolut untuk menegakan keadilan dan kebenaran. Selain itu, siaran langsung persidangan juga memiliki dampak negatif lainnya, yakni bisa membuat terdakwa menjadi tidak fokus.

Jika terdakwa tidak fokus dalam persidangan, hal tersebut bisa menjadi 'blunder' dan pada akhirnya menyusahkan dirinya sendiri.

"Jangan sampai si terdakwa, misalnya karena siaran langsung, dia menjadi sangat terpengaruh, sehingga jawaban-jawabannya dapat menyusahkan dirinya sendiri," ucap bekas ketua Mahkamah Agung tersebut. (Fitri Wulandari)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved