Breaking News:

Isu Makar

Rachmawati Soekarnoputri Hanya Mau Kembali pada UUD 1945, Bukan Mau Makar

Dirinya tidak berniat meruntuhkan pemerintahan, melainkan hanya menginginkan pemberlakuan kembali UUD 1945 seperti semula.

Editor: Gede Moenanto
Fitri Wulandari
Rachmawati Soekarnoputri ditemani Amien Rais dan Lily Wahid, saat menggelar pertemuan di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Rachmawati Soekarnoputri, satu di antara tersangka kasus makar, menyebut, dirinya tidak pernah berniat meruntuhkan pemerintahan, melainkan hanya menginginkan pemberlakuan kembali UUD 1945 seperti semula. 

Baca: Penangguhan Penahanan Sri Bintang Pamungkas Ditolak Polisi, Ini Alasannya

"Mega (Megawati Soekarnoputri) yang tandatangani amandemen empat kali," ujar Rachmawati di kediamannya, Jalan Jati Padang Raya, Pejaten, Jakarta, Rabu (7/12). 

Baca: Rachmawati Soekarnoputri Stres Jika Dirawat di Rumah Sakit

Megawati, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, merupakan kakak kandung Rachmawati, namun keduanya berbeda pandangan politik. 

Baca: Ada Nama Tommy Soeharto di Bagan Donatur Makar, Eggi Sudjana Ajak Lapor ke Polisi

Rachmawati ditangkap petugas Polda Metro Jaya pada Jumat (2/12/2016) pagi, sekira pukul 05.00 WIB.

Ia baru dilepaskan sekira 21.00 di hari yang sama karena mengalami gangguan kesehatan ketika diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Saya adalah putri proklamator yang tahu persis rambu-rambu makar. Tentu saja saya menolak tegas tudingan (makar) tersebut," ujar Rachmawati.

Ia menjelaskan keinginannya mengembalikan UUD 1945 ke bentuk aslinya, terutama pada pasal 33 yang mengatur kegiatan perekonomian Indonesia.

"Perubahan pada pasal 33 itu menghilangkan aspek keadilan sosial," katanya.

Tidak hanya itu, Rachma juga mengutarakan ketidakpuasannya pada pemerintahan saat ini.

Satu di antaranya penegakan hukum yang dianggap belum tegas.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved