Operasi Pasar Murah Beri Nafas Lega Ibu-Ibu Rumah Tangga

Kondisi harga bahan pokok yang tidak stabil apa lagi menjelah natal dan tahun baru, membuat ia khawatir sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan.

Operasi Pasar Murah Beri Nafas Lega Ibu-Ibu Rumah Tangga
Joko Supriyanto
Salah satunya operasi pasar murah yang digelar di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok pasar. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Nampaknya kebutuhan harga pokok yang sering melambung masih menjadi momok bagi sebagian warga, kehidupan ekonomi yang saat ini dinilai masih belum merata, membuat sebagian warga mencoba memanfaatkan moment operasi pasar murah yang digelar dibeberapa titik wilayah Jakarta.

Salah satunya operasi pasar murah yang digelar di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok pasar.

Peminat pasar murah ini memang didominasi oleh ibu-ibu, mereka yang perprofesi sebagai ibu rumah tangga yang memerlukan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ida  (40) misalnya, warga Rusun Waduk Pluit Muara baru ia datang kemari untuk membeli sembako murah, ia juga mengatakan bahwa dengan adanya pasar murah ini tentu merasa terbantu. "Sekarangkan kebutuhan kadang naik turun, kalo ada seperti ini sangat menguntungkan, bisa dibilang memberikan nafas lega buat ibu-ibu yang pusing harga bahan pokok naik terus," kata Ida kepada Warta Kota, Rabu (7/12/2016).

Kondisi harga bahan pokok yang tidak stabil apa lagi menjelah natal dan tahun baru, membuat ia khawatir sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. "Ya namanya ibu rumah tangga klo harga naik ya pasti resah," katanya.

Dari kejauhan beberapa ibu-ibu turun dari sebuah angkot berwarna merah, mereka lalu berjalan mendatangi kerumunan warga yang saat itu tengah ramai mengantri, sebagian dari mereka nampak berjalan kaki mendatangi antrian tersebut.

Beberapa dari mereka pun sempat menanyakan harga sembako yang dijual di Operasi Pasar Murah, padahal harga bahan pokok sendiri sudah tertera disebuah spanduk. Selain itu ada pula yang sempat menawar harga. "Berapa ini?, gak kurang lagi," sahut seorang wanita tua yang berada dilokasi Operasi Pasar Murah.

Dalam operasi pasar ini seperti beras dihargai Rp 39.500 , minyak goreng ukuran 1.8 liter seharga Rp 21.000, gula pasir ukuran 1 kilo gram Rp 13.000 dan tepung terigu ukuran 1 kilo gram dijual Rp 8.000.

Ita (43) warga Luar Batang yang rumahnya tidak jauh dari Kantor Kelurahan Penjaringan. Ia mengatakan kegiatan seperti ini bisa dipertahankan. "Sering sering saja ada kegiatan seperti ini, selain membantu warga kalangan bawah, ini juga bisa membantu menstabilkan harga kebutuhan  pokok dipasaran," katanya.

Ia mengaku dengan adanya kegiatan Operasi Pasar murah sangat membantu warga kalangan bawah, sehingga kegiatan seperti ini harus rutin dilakukan.

Namun ia juga mengatakan walau harga sendiri sudah murah, beberbeda dengan harga pasar ia berharap harga sendir bisa lebih murah lagi. "Harga sih beda 2 ribu sampau 4 ribu sama harga pasar, cuma kalo bisa turun lagi misalnya minyak harganya Rp 21.000 bisa turun jadi Rp 17.000," katanya sambil tersenyum. (Joko Supriyanto)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved