Kecelakaan
Janda Korban Tewas Dihantam Kawasaki Ninja Besarkan Empat Anaknya Sendirian
Anak pertamanya seorang laki-laki berusia 22 tahun, sementara anak bungsunya seorang perempuan berusia 15 tahun.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Dwi Astuti (43), perempuan yang tewas mengenaskan ditabrak pengendara motor Kawasaki Ninja B 6481 ZHS di Jalan Raya Citayam, di dekat pintu perlintasan kereta api Potongan Rawageni pada Selasa (6/12/2016) sore, adalah janda empat anak.
Baca: Turun dari Angkot, Dwi Tewas Dihantam Motor Ninja
Anak pertamanya seorang laki-laki berusia 22 tahun, sementara anak bungsunya seorang perempuan berusia 15 tahun.
Hal itu dikatakan Setiawan, Ketua RT 6/2, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, tempat korban tinggal, yang juga rekan korban.
"Selama 10 tahun ini, setelah cerai, dia membesarkan empat anaknya seorang diri, dibantu kedua orangtuanya. Selain kerja keras untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, ia juga membiayai ibunya yang sakit-sakitan," kata Setiawan.
Menurutnya, Dwi bekerja serabutan mulai dari asisten rumah tangga dengan mencuci, sampai menjaga usaha toko milik orang lain.
Setiawan menuturkan anak bungsu korban, Devi (15), masih sangat terpukul dengan kepergian ibunya.
"Waktu pemakaman di TPU Rawageni, anak bungsunya sempat pingsan beberapa kali. Di rumah dia masih capek dan lelah sekali," ungkapnya.
Menurut Setiawan, dari empat anak yang dibesarkan Dwi seorang diri, anak keduanya sudah menjadi sarjana, yakni Nila.
"Waktu wisuda anak keduanya, dia juga hadir," imbuh Setiawan.
Dwi tewas mengenaskan ditabrak pengendara motor Kawasaki Ninja B 6481 ZHS, sesaat setelah turun dari angkot yang ditumpanginya di Jalan Raya Citayam, Rawageni, Depok, Selasa (6/12/2016) sekitar pukul 01.45.
Dwi meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala.
Kevin, seorang warga menuturkan, peristiwa itu terjadi di dekat pintu perlintasan kereta api Potongan Rawageni.
Saat kejadian, korban baru saja turun dari angkot yang ditumpanginya dan hendak menyeberang jalan.
"Korbannya baru turun dari angkot mau nyeberang jalan, langsung ditabrak motor Ninja yang ngebut," ujar Kevin.
Menurutnya, korban juga menghantam angkot sehingga mengalami luka parah di kepalanya.
"Sedangkan pengendara motornya cuma luka ringan. Dia sudah diamankan polisi ke Polres Depok," tambah Kevin.
Kanit Laka Lantas Polresta Depok Inspektur Joko Irwanto menyebutkan, pengendara Kawasaki Ninja B 6481 ZHF yang menabrak korban hingga meninggal dunia, adalah Teuki Rabin Ibnu (17), pelajar SMA di Depok.
Teuku, katanya, sudah diamankan di Mapolresta Depok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi mata, kejadian berawal saat angkot D 05 jurusan Depok-Citayam melintas dari arah Utara ke Selatan, dan baru saja menurunkan korban di lokasi kejadian.
"Lalu melaju pengendara motor Kawasaki Ninja dari arah utara ke selatan atau dari Depok ke Citayam. Saat itulah motor menghantam korban yang hendak menyeberang dari barat ke timur," ungkap Joko.
Ia mengatakan, pengendara motor kehilangan kendali karena melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
Apalagi, saat itu kondisi jalan memang sedang sepi.
"Pengendara motor tak bisa mengendalikan kendaraannya dan out of control, sehingga menabrak korban," ucapnya.
Saat itu, tubuh korban yang ditabrak sepeda motor juga mengantam bagian angkot yang baru saja ditumpanginya.
"Sehingga korban mengalami cedera berat di kepala hingga robek dan meninggal dunia di lokasi kejadian," jelas Joko.
Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Ciawi, Bogor untuk keperluan visum, sebelum akhirnya diambil keluarga untuk dimakamkan.
Joko menuturkan, pihaknya juga sudah memeriksa pengemudi angkot atas nama Ronggo Jati Adi Putra, sebagai saksi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161206turun-dari-angkot-dwi-tewas-dihantam-motor-ninja_20161206_133614.jpg)