Aksi Damai 212

Muazin di Aksi 212 Itu Kini Menjabat Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya

AKBP Indra Jafar mendapatkan jabatan baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Muazin di Aksi 212 Itu Kini Menjabat Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya
ISTIMEWA
AKBP Indra Jafar saat menjadi muazin saat aksi 212 di lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - AKBP Indra Jafar mendapatkan jabatan baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Mantan Kapolres Cirebon Kota itu menggantikan AKBP Latif Usman, yang dipromosikan sebagai Wakil Direktur Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Baca: Kivlan Zein: Jika Rizieq Shihab Tertembak, Saya akan Pimpin Massa

Pengangkatan Indra sebagai Wadir Lantas Polda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/2755/XI/2016, tanggal 14 November lalu. 

Baca: Kivlan Zein: Saya Ketawa Adik-adik Menangkap Saya

Jabatan terdahulu sebagai Kapolres Cirebon Kota digantikan oleh AKBP Adi Vivid Adisetiadi Bachtiar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Tegal. 

Baca: Dicecar Komisi III Kenapa Ahok Tidak Ditahan, Jaksa Agung: Harusnya Penangannya Malah Ditunda

"Menurut saya jabatan ini amanah ya, ujian buat saya untuk melaksanakan itu. Jadi manakala kita menganggap itu ujian, berarti kita harus bekerja dengan sebaik-baiknya," ujar AKBP Indra Jafar kepada wartawan, Selasa (6/12/2016).

Menurut Indra, pengangkatannya sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya tak ada hubungannya dengan penunjukan dirinya sebagai muazin saat aksi 'Bela Islam Jilid III' di lapangan Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016) pekan lalu.

"Ini tak ada hubungannya dengan kemarin, muazin. Ini memang sebelumnya keluar dari sebulan lalu, pertengahan November tanggal 12 atau 15 gitu. Nah, tidak ada hubungannya dengan kemarin," kata dia.

Setelah menerima Surat Telegram itu, Indra mengaku sempat menjalankan tugas sebagai Wadir Lantas Polda Metro Jaya. Namun, secara resmi belum ada serah terima jabatan.

"Saya sudah bukan di Polda Jawa Barat. Secara de jure Polda Metro, tetapi de facto belum, artinya belum serah terima, belum resmi," jelasnya.

Indra lantas menceritakan pengalamannya sebagai muazin di aksi 212 lalu. Dia diusulkan oleh Ustaz Arifin Ilham sebagai muazin. Mereka sudah saling mengenal sejak 2003.

"Dari tahun 2003, saya dulu di Polres Depok. Beliau masih tinggal di Depok, sekarang dia di Sentul," ungkap Indra.

Setiap hari, dia mengaku bertemu Arifin Ilham di masjid dekat tempat tinggal di Depok. Setelah itu, Indra pergi kerja sebagai polisi. Sementara, Arifin pergi berdakwah.

"Saya tiap hari, setiap pagi bertemu di masjidnya beliau. Saya mau berangkat patroli ke Sawangan, Limo mampir ke situ dulu. Beliau juga (salat) duha di situ di masjid. Saya berangkat patroli, beliau berangkat dakwah," tuturnya.

Hubungan itu berlanjut sampai pelaksanaan aksi 'Bela Islam Jilid III', hingga akhirnya pelaksanaan aksi itu berjalan aman dan damai.

"Alhamdulillah, kita dekat dengan ustaz gitu, Ustaz Arifin Ilham untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi. Saya terlibat di situ, tetapi itu intinya buat kepedulian negara dan bangsa, agar situasi tetap terkendali, keakraban antar ulama dan umara," paparnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved