Ahok Tersangka

Gus Sholah Temui Ketua Komisi Yudisial, Netizen Tanya: Apa Kaitan Sidang Ahok

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Salahuddin Wahid menemui Ketua Komisi Yudisial. Netizen mengaitkan dengan rencana sidang kasus Ahok.

Gus Sholah Temui Ketua Komisi Yudisial, Netizen Tanya: Apa Kaitan Sidang Ahok
twitter
Cuitan Salahuddin Wahid alias Gus Sholah di akun twitternyata. 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Salahuddin Wahid menemui Ketua Komisi Yudisial Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum.

Pertemuan Gus Sholah --panggilan Salahuddin Wahid-- dengan Aidul Fitriciada itu diunggah ke akun twitter pribadi @Gus_Sholah.

Baca: Gus Sholah Aksi Damai 212 Bukanlah Buih Lagi Tapi

Gus Sholah berkomentar, "Senang dan bangga melihat kaum muda berintegritas menjadi ketua lembaga pengawal para hakim."

Postingan tersebut kemudian memunculkan komentar dari netizen yang mengaitkan kunjungan Gus Sholah dengan rencana sidang kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sidang kasus Ahok ini akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara minggu depan atau Selasa (13/12/2016).
Ratu Sosmed ‏@Pemikir5 menulis: Pak kyai @Gus_Sholah datang ke Komisi Yudisial ttg Pengadilan Kasus Ahok kah?
Tetapi, Gus Sholah membantah kunjungan itu terkait kasus Ahok.
Dia menjawab: Tidak, hanya silaturahim, waktu sy sakit di RS Ketua KY datang menjenguk
Seperti diberitakan sebelumnya, Gus Sholah, adik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, termasuk ulama yang berpendapat bahwa pernyataan Ahok terkait surat Al Maidah ayat 51 menyakiti sebagian besar umat Islam.
Bahkan khatib salat Jumat di Masjid Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, saat ada kunjungan Djarot Saiful Hidayat pun khotbahnya mengupas surat Al Maidah ayat 51 itu.

Baca: Sikap Gus Solah Soal Ceramah Jumat di Masjid Tebuireng saat Djarot Datang Terkait Al Maidah 51

Ketika mengomentari aksi damai Jumat 2 Desember 2016, Gus Sholah juga menganggap bahwa jutaan umat Islam tersebut bukanlah 'buih'.

Mereka adalah jemaah yang karena kecintaannya terhadap agama dan Kitab Suci sehingga tergerak hatinya untuk melakukan doa bersama secara tertib.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, Ketua PN Jakut Dwiarso Budi Santiarto  menetapkan 5 hakim yang akan menangani sidang dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama.

Sidang perdana akan digelar minggu depan atau tepatnya Selasa (13/12) di ruang Koesoemah Atmadja sekitar pukul 09:00.

 Majelis hakim itu adalah H Dwiarso Budi Santiarto sebagai ketua majelis hakim dengan anggota Jupriyadi. Abdul Rozak,  Joseph V Rahantoknam, dan I Wayan Wirjan.
 
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved