Breaking News:

Ahok Tersangka

FPI Ancam Lakukan Revolusi Jika Ahok Tak Kunjung Ditahan

Menurut dia, apabila pelaku penistaan agama dibiarkan bebas, maka akan membiarkan penista-penista agama yang lain hidup bebas.

Alija Berlian Fani
Sekretariat FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Barat, Kamis (3/11/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Novel Bamukmin, meminta pemerintah dan aparat menegakkan hukum terhadap tersangka kasus penistaan agama, Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama.

Apabila tak dilakukan penegakan hukum, maka FPI akan melakukan 'revolusi'.

"Kami akan revolusi sesuai prosedur yang ada. Kalau Jokowi masih melindungi Ahok, tak punya ketegasan, kami harus buat perubahan," ujar Novel kepada wartawan, Selasa (6/12/2016).

Selama ini, kata dia, FPI tergabung di dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) melakukan aksi 'Bela Islam I, II, dan III' pada 14 Oktober, 4 November, dan 2 Desember.

Menurut dia, apabila pelaku penistaan agama dibiarkan bebas, maka akan membiarkan penista-penista agama yang lain hidup bebas.

Sehingga, pihaknya akan membuat efek jera. Sebab, dikhawatirkan apabila Ahok lolos, besok-besok akan ada penista agama lainnya.

"Harga mati, kami minta Ahok untuk segera ditahan secepatnya. Kami akan minta keadilan," tegasnya.

Jadwal Piket 

Front Pembela Islam (FPI) akan mengawal sidang kasus dugaan penistaan agama, yang akan mendudukkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di kursi terdakwa.

"Kami mengawal seperti biasa, seperti sidang penistaan agama yang lain. Kami kerahkan laskar buat sidang. Itu sudah suatu kewajiban kami untuk mengawal sidang," ujar Sekjen DPD FPI Jakarta Habib Novel Bamukmin, Selasa (6/12/2016). 

Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menentukan jadwal sidang perdana kasus Ahok, dengan agenda pembacaan dakwaan. 

Rencananya, sidang digelar di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016) pekan depan mulai pukul 09.00 WIB.

Di setiap sidang, Novel menjelaskan, ada ratusan laskar FPI yang akan dilibatkan mengawal persidangan.

Mereka akan mengawal mulai dari awal sampai akhir persidangan.

"Tiap sidang kami kawal, ratusan laskar. Dari kasus-kasus yang dulu tak pernah tak dikawal. Selalu dari awal sampai akhir, walaupun ini agak lama, sampai setahun kami kawal. Nanti dijadwalin, dibikin piket," tambahnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved