Breaking News:

Ahok Tersangka

Dicecar Komisi III Kenapa Ahok Tidak Ditahan, Jaksa Agung: Harusnya Penangannya Malah Ditunda

Jaksa Agung M Prasetyo menjelaskan alasan Ahok tidak ditahan meski berkasnya telah dinyatakan lengkap.

Ambaranie Nadia K.M
Jaksa Agung H.M Prasetyo. 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Wakil Ketua Komisi III Desmond Junaidi Mahesa mempertanyakan alasan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo tak melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan kasus penistaan agama, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Baca: Hindari Kecurigaan, Satu Jaksa Peneliti Kasus Ahok Diganti

Pertanyaan tersebut dilontarkan Desmond kepada Jaksa Agung M Prasetyo, dalam rapat kerja Komisi III dengan Kejaksaan Agung, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Baca: Ruhut Sitompul Ngaku Tinggalkan Rp 10 Miliar demi Dukung Ahok-Djarot

"Apa alasan Kejagung tidak menahan Ahok?" tanya Desmond.

Prasetyo mengungkapkan, ada beberapa hal yang melatarbelakanginya.

Baca: Jaksa Agung Komentari Kilatnya Proses Hukum Ahok: Meski Cepat tapi Tetap Profesional

Salah satunya adalah kepentingan yang lebih besar, yaitu Pilkada. Ahok merupakan salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta yang akan mengikuti Pilkada.

"Kami melihat dari pertimbangan subjektif dan objektif yang bersangkutan tidak mesti ditahan karena kooperatif dan ada kepentingan lain yang lebih besar, yaitu Pilkada," ujar Prasetyo.

Selain itu, ia merasa pertanyaan tersebut juga seharusnya ditanyakan kepada pihak Polri.

"Di mana harusnya penanganan calon harus ditunda sampai Pilkada selesai. Jadi pertimbangan subjektif dan objektif," kata dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menyatakan, berkas perkara kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah lengkap atau P21.

Tim jaksa peneliti menganggap berkas perkara Ahok sudah memenuhi syarat materiil dan formal. Adapun sidang perdana kasus Ahok akan digelar Selasa (13/12/2016) pekan depan. (Nabilla Tashandra)

Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved