Breaking News:

Pilkada DKI Jakarta

Ahok: Bukannya Adu Program, Kampanye Pilkada 2017 Malah Saling Bully

Ahok juga meminta relawannya untuk memiliki etika di media sosial selama masa kampanye.

Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama istrinya Veronica Tan. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Faizal Rapsanjani

WARTA KOTA, MENTENG - Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menganggap masa kampanye Pilkada DKI 2017 lebih banyak diisi dengan saling serang dan menjelek-jelekkan, dibanding adu gagasan dan program melalui media sosial.

Baca: Kado Ahok Ditolak Veronica Tan saat Ulang Tahun

"Kalau kita bicara jujur ya, selama satu bulan ini cuti (kampanye), ada enggak kita bertiga calon adu program? Enggak ada loh. Jadi bukan lebih baik adu program, kita malah saling mem-bully, jelekin, naikin, itu enggak sehat," ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016). 

Baca: Ini Rekam Jejak Hakim Ketua yang Akan Menyidangkan Ahok

Ahok kemudian meminta untuk lebih mengedepankan adu gagasan antar-pendukung pasangan calon dibanding saling serang menggunakan berbagai macam isu, terutama isu SARA.

"Saya cuma minta, tolong jangan nyerang-nyerang calon yang lain. Untuk apa diserang? Enggak usah nyerang yang lain deh. Untuk apa gitu loh," sambung mantan bupati Belitung Timur itu.

Ahok juga meminta relawannya untuk memiliki etika di media sosial selama masa kampanye.

Ia berharap para relawan dan pendukung tidak terlalu memuji dirinya secara berlebihan, sebab menurutnya tidak baik.

"Terus juga enggak usah mempertahankan saya seolah-olah terlalu meng-glorifikasi, kayak gitu juga jangan deh, apalagi pakai-pakai agama juga, saya minta tolong jangan deh," pintanya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved