Pilkada DKI Jakarta

Ahok: Banjir di Jakarta Selatan Masalahnya Apartemen dan Perumahan

Calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mendapat pengaduan terkait banjir yang setahun belakangan menimpa warga Cipete Selatan, Cilandak.

Ahok: Banjir di Jakarta Selatan Masalahnya Apartemen dan Perumahan
Faisal Rapsanjani
Ahok mendapat pengaduan terkait banjir yang setahun belakangan menimpa warga Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (6/12/2016). 

WARTA KOTA, CILANDAK - Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mendapat pengaduan terkait banjir yang setahun belakangan menimpa warga Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (6/12/2016).

Jaenah (45) warga RW 06 mengatakan, sudah satu tahun belakangan, lingkungan rumahnya selalu mengalami banjir setiap kali hujan turun.

Bahkan genangan yang biasanya cepat surut, saat ini dalam 3 jam tidak kunjung surut.

"Sekarang banjir, udah setaunan ini tiap ujan banjir. Satu meter lah kira kira. 3 jam gak surut juga," ungkap Jaenah, di Cipete Selatan, Selasa (6/12/2016).

Menanggapi hal tersebut, Ahok menyebut banjir yang kerap terjadi di Jakarta Selatan semua memiliki penyebab sama yaitu, perumahan atau apartemen.

"Sebenarnya tidak ada cerita banjir, karena selatan posisinya lebih tinggi dari utara, tapi hampir banjir terjadi di selatan dan di timur pinggir," kata Ahok di lokasi.

Menurutnya, kawasan Jakarta Selatan memiliki tanah yang lebih tinggi dibandingkan Jakarta utara.

"Lalu ketika saya datang ke tempat-tempat yang dibilang banjir, saya temukan dan chek semua sama. Samanya gimana, pasti semua kampung itu di kelilingi oleh tembok perumahan," sambungnya.

Kemudian Ahok menceritakan pernah suatu ketika, mantan Bupati Belitung Timur itu menolak izin pembangunan apartemen di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

"Yah orang marahlah sama saya, saya mau beginilah mau jual dengan harga yang pantas," imbuh Ahok.

Ahok beralasan jika dirinya mengizinkan pengembang untuk membuat apartemen atau perumahan, menurutnya akan menyebabkan banjir disekitar wilayah tersebut, khususnya perkampungan padat penduduk.

"Izinya memang boleh apartemen bisnis kalau saya kasih ijin apartemen dia pasti bikin tinggi kan, pasti di sekelilingnya akan dibuat tembok seperti ini (tinggi), perkampungan pasti tenggelem," tandasnya. (Faizal Rapsanjani)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved