Isu Makar

Juru Bicara: Rachmawati Perjuangkan UUD 1945 ke Naskah Awal, Aneh Kalau Dibilang Makar

Teguh Santosa, juru bicara Rachmawati Soekarnoputri menilai, tuduhan aparat kepolisian terkait makar pada kliennya tidak tepat.

Juru Bicara: Rachmawati Perjuangkan UUD 1945 ke Naskah Awal, Aneh Kalau Dibilang Makar
TRIBUN/JEPRIMA
Rahmawati Soekarnoputri meninggalkan Mako Brimob di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (2/11/2016) malam. 

WARTA KOTA, DEPOK - Teguh Santosa, juru bicara Rachmawati Soekarnoputri menilai, tuduhan aparat kepolisian terkait makar pada kliennya tidak tepat.

Apalagi, menurutnya dugaan makar itu terkait seringnya Rachmawati melakukan pertemuan dengan para aktivis.

"‎Ini tuduhan (makar) menurut kami tidak pada tempatnya.‎ Bu Rachma memang selalu rapat dengan siapa saja," kata Teguh di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016) malam.

Teguh menegaskan, Rachmawati sedang berupaya mengembalikan konstitusi ke naskah asli UUD 1945. Ia menuturkan, Rachmawati memandang kondisi bangsa Indonesia saat ini tak lepas dari dilakukannya empat kali amandemen UUD 1945.

"Jadi kalau ada aspirasi memperjuangkan UUD 1945 ke naskah awal, itu disebut makar? Itu kan aneh kalau disebut makar," tutur Teguh.

Masih kata Teguh, Rachma tidak berkeinginan menurunkan Joko Widodo dari jabatannya sebagai seorang Presiden. Rachmawati, tegasnya, hanya mengkritik gaya kepemimpinan mantan Wali Kota Solo itu.

"Beliau (Rachma) tidak ada statement untuk menurunkan Presiden Jokowi. Beliau haanya kritik gaya kepemimpinan Jokowi yang semakin liberal," ucap Teguh. (*)

Penulis: z--
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved