Minggu, 12 April 2026

Pilkada DKI Jakarta

Tak Bisa Hadir ke Rumah Lembang, Ini Isi Pesan WhatsApp Ahok

Beberapa warga berdatangan ke Rumah Lembang untuk mendukung dan mendoakan calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Faizal Rapsanjani
Tim media kampanye Ahok-Djarot, Clara Tampubolon, di Rumah Lembang, Jumat (2/12/2016). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Faizal Rapsanjani

WARTAKOTA, MENTENG - Beberapa warga berdatangan ke Rumah Lembang untuk mendukung dan mendoakan calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Baca: Ahok Batal Kampanye, Rumah Lembang Ditutup

Gubernur non-aktif itu tidak jadi hadir pagi ini di Rumah Lembang, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terkait Aksi Bela Islam Jilid III yang digelar pada Jumat (2/12/2016) hari ini. 

Baca: BPK Temukan Bukti Baru Kasus Sumber Waras, Ahok: Mau Temuan Juga Terserah

Kampanye Rumah Rakyat di Rumah Lembang diisi oleh tausiyah dan do’a oleh KH M Nukman Basori (Gus Nukman), pengurus Baitul Muslimin Indonesia. 

Baca: BPK Temukan Bukti Baru Kasus Sumber Waras, Ahok: Mau Temuan Juga Terserah

Ada juga doa dan testimoni dari warga muslim dari Cibubur dan Mampang, seperti yang dilakukan Indra dan Linda, yang datang untuk memberikan dukungan untuk Ahok.

Dalam ceramahnya, Gus Nukman menjelaskan mengenai pemimpin daerah dan negara.

"Kita harus bisa membedakan yang kita angkat itu pemimpin eksekutif, bukan pemimpin umat. Hal ini harusnya tidak dipertentangkan lagi dengan pendapat kita yang berbeda. Kita kembalikan saja semua itu kepada Allah SWT," tuturnya.

Menurut Gus Nukman, pendapat eksekutif tidak mempengaruhi ibadah atau puasa yang ia jalankan oleh umat selama ini, dan tidak mempengaruhi ibadah atau puasanya.

Pemimpin keagamaan tentu berbeda dengan pemimpin eksekutif, apalagi seperti pilkada ini, jelas Gus Nukman.

Sementara, Clara Tampubolon, Media Relations Tim Pemenangan Basuki-Djarot yang menjadi MC pada pertemuan warga dan pasangan nomor urut dua itu, memberikan penjelasan kepada warga yang datang.

"Pak Basuki tinggal di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, sehingga harus melintasi sekitar Monas dan Menteng. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka Pak Basuki hari ini tidak hadir di Rumah Lembang,” jelasnya.

Karena tak hadir, Ahok menyampaikan pesan singkatnya via WhatsApp yang dibacakan oleh Clara.

Selamat pagi semuanya. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya. Dan kedatangan di Lembang. Saya mohon maaf tidak bisa tiba di sana karena kondisi lalu lintas yang tidak memungkinkan untuk ke Lembang tepat waktu. Saya pergunakan waktu yang ada di rumah untuk menandatangani buku-buku yang mau dijual oleh relawan untuk keperluan kampanye patungan dengan rakyat. Harap maklum dan Terima kasih,” begitu isi pesan Ahok. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved