Breaking News:

isu makar

Sudah Sepuh, Pengacara Minta Kivlan Zen Dkk Dipulangkan

Pengacara para tersangka makar meminta klien mereka tidak ditahan karena sebagain sudah berusia sepuh atau lanjut usia.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Krist Ibnu, Ketua Acta di depan Mako Brimob, Jumat (2/12/2016). 

WARTA KOTA, DEPOK-Lembaga kuasa hukum yang mendampingi ke sepuluh tersangka dugaan makar, yakni Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) meminta penyidik kepolisian memulangkan para tersangka yang rata-rata berusia sepuh, karena mereka bersikap koperatif dan tak mungkin melarikan diri.

Hal itu dikatakan Ketua ACTA, Krist Ibnu, usai menemui para tersangka yakni Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Rachmawati Soekarnoputri dan beberapa lainnya yang masih diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (22/12/2016) malam.

Baca: Kivlan Zen Dipastikan Ditangkap dengan Tuduhan Makar, Tanpa Surat Penangkapan

"Sebab usia mereka rata-rata sudah sepuh. Pak Kivlan Zen sudah 70 tahun. Juga Bu Rachma yang kurang sehat, juga bu Ratna dan lainnya. Relatif hanya Dhani saja yang masih muda. Lainnya sudah cukup sepuh," kata Krist.

Menurut Krist dengan usia yang cukup sepuh, tak mungkin mereka-mereka itu melarikan diri sehingga layak dipulangkan usai diperiksa paling lama 1x24 jam.

"Mereka akan koperatif dan siap diperiksa kembali kapanpun," katanya.

Baca: Kondisi Rachmawati Kurang Sehat Saat Diciduk Polisi

Apalagi kata dia saat Kivlan Zein ditangkap polisi di rumahnya di Perumahan Gading Griya Lestari, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (2/12/2016) pagi dipastikan bahwa polisi yang menangkap tidak memiliki atau membawa surat perintah penangkapan.

"Polisi hanya menunjukkan surat tugas dan surat penggeledaha," kata Krist Ibnu, usai menemui para tokoh tersangka dugaan makar, di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat malam.

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) kata Krist, para anggotanya telah ditetapkan menjadi kuasa hukum ke sepuluh tokoh, yang kini telah ditetapka tersangka dalam kasus dugaan makar, serta diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua.

Menurut Krist, meski penyidik tidak menunjukkan surat perintah penangkapan, Kivlan Zen, bersikap koperatif dan menyilahkan penyidik menggeledah rumahnya.

"Dalam penggeledahan, penyidik menyita HP dan laptop dari rumah Pak Kivlan," kata Krist.

Ia mengatakan saat itu ada puluhan penyidik polisi yang melakukan penangkapan di rumah Kivlan dengan sedikitnya 3 mobil.

"Pak Kivlan tetap koperatif dan bersedia dibawa ke Mako Brimob," katanya.

Krist menuturkan sampai pukul 19.00, Kivlan baru ditanyakan 5 pertanyaan standar untuk BAP. "Belum masuk substansi, baru sekitar 5 pertanyaan stadar lalu tadi break utuk sholat maghrib dan makan," katanya.

Ia berharap setelah selesai diperiksa, Kivlan tidak ditahan dan diperbolehkan pulang meski sudah tersangka. "Karena sejak awal Pak Kivlan selalu koperatif," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved