Demo 212

LPAI: Anak di Rentang Usia Tertentu Boleh Ikut Aksi 212

Reza Indragiri Amriel menuturkan, menjelang aksi damai 212 ini, banyak lalu lalang pertanyaan tentang boleh tidaknya anak ikut dalam aksi 212 tersebut

Tribunnews.com
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel. 

WARTA KOTA, DEPOK - Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel menuturkan, menjelang aksi damai 212 ini, banyak lalu lalang pertanyaan tentang boleh tidaknya anak ikut dalam aksi 212 tersebut.

Menurut Reza karena rentang anak adalah mulai dari usia 0 sampai 18 tahun, maka tidak bisa dipukul rata apakah semua anak boleh atau tidak ikut dalam aksi itu.

"Sebab ada anak-anak dalam rentang usia tertentu, yang pada dasarnya tidak bermasalah ikut aksi," kata Reza, kepada Warta Kota, Kamis (1/12/2016).

Baca: Agar Tidak Termakan Berita Hoax dan Provokatif, Begini Caranya Mengatasinya

Ia menuturkan anak usia pra sekolah memang sebaiknya di rumah atau tak ikut aksi.

"Tapi anak usia SD hingga SMA, karena sudah bersentuhan dengan pendidikan dan ritual agama, maka tak pantas juga jika serta merta dilarang aksi," kata Reza.

Pertanyaannya kata Reza, bagaimana jika peserta aksi yakni orang dewasa dilarang membawa anak-anak? Menurutnya larangan itu tidak akan efektif.

"Apalagi karena aksi 212 berimpit dengan dakwah dan ibadah Jumat. Membawa anak justru dapat dipandang sebagai tanggung jawab orangtua untuk mendidik anak," kata Reza.

Lalu kata Reza, ada juga yang mempertanyakan bahwa anak-anak tidak akan mengerti esensi dari aksi dan demo yang dilakukan sehingga tak perlu ikut serta.

Baca: Tak Disangka Selena Gomez, Selebritas Paling Banyak Follower Instagram

"Jangan remehkan kecerdasan anak. Mereka tumbuh ketika informasi sudah berada di genggaman dan dapat mereka akses langsung," katanya.

Ada pula kata dia yang menyatakan kasihan anak-anak jika diajak aksi karena terkena terik matahari.

"Ibadah haji dan umrah juga mengekspos anak-anak ke cuaca panas. Saban tahun anak-anak juga gembira dan rutin ikut pawai maupun lomba 17 Agustusan di siang hari, dan tidak ada yang mempermasalahkan hal itu," katanya.

Menurutnya jika aksi atau demo dianggap berpotensi rusuh sehingga anak-anak direntang usia tertentu dilarang ikut, justru karena membawa anak-anak maka orang dewasa dan aparat keamanan akan lebih menjaga tindak tanduk mereka.

"Karena anak-anak adalah simbol kedamaian, maka semua pihak dituntut untuk konsekuen bahwa aksi 212 adalah aksi super damai," katanya.

Ia mengatakan jika aksi dianggap mengusung tema dewasa dan terjangkau nalar anak, hal itu juga tidak tepat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved