Selasa, 28 April 2026

Sambil Menangis, Seorang Nenek Pemulung Serahkan Sumbangan Rp 2.000

Nenek tua bernama Siti itu, sambung Ade, menghampirinya sambil menggenggam uang sejumlah Rp 2.000 untuk disumbangkan.

Kompas.com/Shutterstock
Ilustrasi. Pecahan mata uang rupiah. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Jelang Aksi Bela Islam Jilid III, sumbangan berupa bantuan logistik dan uang berdatangan tiada henti.

Masyarakat yang menyumbang berasal dari berbagai kalangan.

Mulai dari konglomerat negara asing, hingga seorang nenek tua, yang bekerja sebagai pemulung.

Baca: Massa Wanita Aksi Bela Islam Jilid III

Seorang panitia dari Posko Moslem Care Community, Ade Wijaya menceritakan kisah tersebut kepada Warta Kota.

"Ibu itu mendatangi saya sore tadi. Mohon maaf, nenek tua itu berpakaian lusuh," kata Ade di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Baca: 5000 Peserta Aksi Bela Islam III akan Menginap di Istiqlal Malam ini

Nenek tua bernama Siti itu, sambung Ade, menghampirinya sambil menggenggam sejumlah uang yang dikepalkan di tangan kanannya.

"Beliau bertanya ke saya, 'Pak apa diterima saya menyumbang uang hanya segini (Rp 2.000). Saya ingin berjuang, namun fisik saya sudah tidak kuat'. Begitu katanya kepada saya," ujarnya.

Kemudian, sambil memberikan uangnya, nenek tersebut menangis sambil berkata bahwa sumbangan tersebut untuk membantu para mujahid membela agamanya.

"Nenek itu menangis, dia bilang semoga bantuan saya yang sedikit ini bisa membantu para mujahid," kata Ade. (Rangga Baskoro)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved