Ahok Tersangka

Berkas Perkara Ahok Setebal 50 Centimeter

Tak ditahannya Ahok pun menjadi tanggung jawab Kejaksaan dan itu semua urusan Kejaksaan.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/11/2016). Ahok menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan kasus penistaan agama yang dilakukannya beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Berkas perkara tahap dua setebal 50 centimeter dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah dilimpahkan semua ke Kejagung, Jaksel.

Adapun barang bukti yang diserahkan itu berupa rekaman video.

Baca: Kejagung Tidak Menahan Ahok

Baca: Kuasa Hukum Sebut Ahok Jawab Pertanyaan dengan Baik

Baca: Ahok Minta Didoakan Agar Kasus Segera Selesai

"Barang bukti kami tak melihat secara kuantitatif, tapi ada video (saat Ahok menistakan agama). Lalu verifikasi berkas perkara yang tebalnya mencapai 50 cm," ujar kuasa hukum Sirra Prayuna pada wartawan di Kejagung, Jaksel, Kamis (1/12).

Adapun soal penahanan Ahok, kata Sirra, pihaknya enggan mengomentarinya.

Tak ditahannya Ahok pun menjadi tanggung jawab Kejaksaan dan itu semua urusan Kejaksaan.

Saat ini, pihaknya hanya menantikan pemberian berkas perkara salinan dari pihak Kejaksaan sehingga tim pengacara pun bisa melakukan persiapan menghadapi persidangan.

"Terkait persiapan, kami sudah melakukan konsolidasi membentuk tim pengacara yang maju di persidangan. Saat ini kami memunggu salinan berkas perkara karena Kejaksaan janji akan serahkan fotokopinya berkas perkara," tuturnya.

Saat ditanyakan apakah tak ditahannya Ahok itu karena ada pihak yang mengintervensi, tambah Sirra, dia pun membantahnya.

Adapun soal salah tidaknya seseorang itu baru bisa diputuskan di pengadilan nanti.

Dan negara ini negara hukum sehingga azas praduga tak bersalah pun harus dihormati.(bin)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved