Ahok Tersangka

Pangdam Harapkan Pengunjuk Rasa Pulang Usai Sholat Jumat

Pangdam Jaya, Teddy Lhaksmana mengharapkan pengunjuk rasa Aksi Bela Islam Jilid III membubarkan diri usai Sholat Jumat.

Rangga Baskoro
Pangdam Jaya, Teddy Lhaksmana usai menghadiri acara Apel Nusantara Bersatu di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (30/11). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Pangdam Jaya, Teddy Lhaksmana mengharapkan pengunjuk rasa Aksi Bela Islam Jilid III membubarkan diri usai Sholat Jumat.

Kendati demikian, apabila massa tidak membubarkan diri, ia menyatakan akan melakukan upaya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Kan ada ketentuan lain yang mendampingi aturan itu. Sudah diizinkan di suatu tempat dan bertahan sampai batas waktu yang ditentukan. Ya tentu ada langkah-langkah yang dilakukan," kata Teddy, usai menghadiri acara Apel Nusantara Bersatu di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (30/11).

Ia tidak menyebutkan langkah-langkah yang akan dilakukan apabila nanti massa masih bertahan usai Sholat Jumat.

"Nanti kami liat prosedurnya, saya gak hafal satu per satu, besok pas apel, sabar ya," tuturnya.

Sebelumnya, pihak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Ketua Dewan Pembina, Rizieq Shihab mengatakan massa akan membubarkan diri dengan tertib usai Sholat Jumat.

"Usai salat Jumat, pimpinan GNPF tidak bisa tinggalkan umat di sana (Monas). Pimpinan GNPF akan menyapa umat sekaligus melepas mereka pulang dengan tertib ke daerahnya. Mana yang pulang ke utara, selatan, timur dan barat akan ada pimpinan GNPF yang menyapa, meyalami dan menjelaskan agar pulang dengan tertib," kata Rizieq di Kantor MUI, Senin (28/11) silam.

Sedangkan, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menyatakan sudah menyepakati bahwa Aksi Bela Islam Jilid III akan berlangsung dari jam 8 sampai 1 siang.

"Akhirnya kita mencapai kesepakatan dilaksanakan di Monas dari jam 8 sampai jam 1 dalam bentuk kegiatan suci, kegiatan keagamaan, zikir, tausiyah dan diakhiri salat bersama. Ini tidak melanggar hukum. Saya yakini dengan kehadiran saudara-saudara kita melaksanakan kegiatan tersebut didengar banyak pihak tentang apa yang ingin disampaikan," tutur Tito.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved