Jika Terpilih, Agus Bertekad, Dia Bakal Menata Sungai Ciliwung
Bantaran sungai yang rawan longsor akan dibangun turap beton untuk mencegah longsor yang dapat menyebabkan pendangkalan sungai.
WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Blusukan yang dilakukan oleh Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama istrinya, Annisa Pohan dengan menyusuri Sungai Ciliwung, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (30/11/2016) siang, menunjukkan, bila kawasan sungai belum tertata dengan baik.
Sejumlah bantaran sungai masih terlihat dipenuhi sampah serta rawan longsor.
Penataan Sungai Ciliwung katanya akan menjadi prioritasnya, apabila terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta mendatang.
Baca: AHY Tak Mau Lengah, Sandiaga Rajin Blusukan
"Bantaran sungai yang rawan longsor akan dibangun turap beton untuk mencegah longsor yang dapat menyebabkan pendangkalan sungai," kata AHY.
"Penataan perlu dilakukan, karena di beberapa tempat ada (bantaran-red) rawan longsor dan perlu dibeton," ungkapnya, usai menyusuri Sungai Ciliwung bersama Komunitas Sahabat Ciliwung mulai dari sisi Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan hingga Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (30/11/2016) .
Betonisasi yang dilakukan hanya pada titik rawan longsor itu menurutnya sangat tepat untuk mempertahankan kondisi alami yang saat ini sudah terbentuk.
Baca: Diremehkan Anies, AHY Hanya Terkekeh
Sebab, selain dipandang indah, sungai bersih dengan pemandangan pepohonan juga menambah nilai ekonomis.
"Termasuk olahraga air, sejauh tidak menggaggu ekosistem dan ikan-ikan di sana, menjadi menarik. Bayangkan, banyak negara yang menginginkan sungai, sampai mereka buat sendiri. Kita sudah punya sungai sejak jaman purba dan alami, jika tidak dimaksimalkan sayang sekali," jelas AHY.
Walau begitu, dirinya menyebutkan tidak menutup kemungkinan pihak Pemprov DKI Jakarta yang dipimpinnya akan merelokasi permukiman ilegal yang kini berdiri di sepanjang bantaran sungai.
Baca: Timses AHY-Sylvi Sesalkan Sanksi Buat PHL Ikut Kampanye
Tetapi, relokasi katanya akan dilakukan secara manusiawi dengan tetap mendahulukan keinginan warga.
"Akan ada komunikasi dengan warga, kita ingin penataan tidak memberatkan. Selain relokasi, kita suntik modal untuk kembangkan pengolahan sampah menjadi nilai tambah yang bisa dikembangkan oleh rumah tangga. Kita rapikan sungai, kita bersihkan dari sampah," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ahy_20161130_195857.jpg)



