Demo Ahok

Polri Tunggu Berkas Ahok dari Kejaksaan Agung

Penyidik melakukan koordinasi terkait berkas kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok.

Polri Tunggu Berkas Ahok dari Kejaksaan Agung
Alija Berlian Fani
Kadiv Humas Mabes Polri Irnen Boy Rafli Amar saat ditemui selesai menunaikan shalat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/9/2016). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Bintang Pradewo

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU-- Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, penyidik  melakukan koordinasi terkait berkas kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Koordinasi terus dilakukan hingga berkas dinyatakan P21 atau lengkap.

Baca: Menurut Kakak Angkat Ahok, Tak Ada Istilah Penistaan Bagi Agama di Luar Islam

"Proses hukum yang kami sampaikan, penyidik terus koordinasi bersama jaksa penuntut umum yang saat ini ditangani, diteliti berkasnya. Kami harap ada hasil yang baik dalam minggu ini," ujar Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Selasa (29/11).

Setelah berkas dinyatakan lengkap, kata dia, Polri akan segera melakukan pelimpahan tahap dua berupa penyerahan barang bukti dan tersangka Ahok ke kejaksaan.

"Kami kedepankan langkah proaktif, konsultasi langsung sama kejaksaan, dalam hal ini yang menangani langsung perkara tersebut. Semoga ada proses administrasi lebih lanjut, mudah-mudahan bisa dilaksanakan dalam minggu ini," papar dia.

Lebih jauh, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan berkas kasus Ahok dinyatakan lengkap. Pengumuman itu nanti akan disampaikan langsung oleh Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Kaitan berkas perkara proses P21 kami tunggu penyampaian dari Jaksa Agung. Tapi koordinasi terus berjalan," pungkas Boy.

Sementara itu, Ketua Presidiun Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, sudah waktunya polisi menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di tahanan sesuai UU. Apalagi, Ahok telah mengulangi perbuatannya itu. Jangan sampai karena mulut Ahok, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI terkoyak-koyak.

"Polri sudah saatnya segera menahan Ahok di sel tahanan. Sebab, Ahok sudah melanggar ketentuan hukum dalam 'penangguhan' penahanannya. Jika Ahok tidak segera ditahan, gelombang protes akan terus bermunculan," ujar Neta S Pane.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved