Normalisasi Kali Grogol Tak Maksimal Akibat 3 Jembatan Kecil
Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Barat Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta, Hendri, membenarkan tak bisa dipasangnya turap di tiga lokasi
WARTA KOTA, GROGOL - Normalisasi Kali Grogol di Jakarta tak bisa maksimal seluruhnya tertutup sheet pile (turap beton) maupun mini pile (turap beton) mini.
Penyebabnya ada tiga jembatan yang melintang di atas kali, sehingga tak bisa dilakukan pemancangan sheet pile maupun mini pile.
Project Manager PT Waskita Beton Precast - PT Jaya Konstruksi KSO, Agus Santoso, mengatakan, bahwa tak dipasangnya turap beton di tiga titik tak akan mempengaruhi apapun.
"Tak apa-apa itu, sebab tiga jembatan itu kan tingginya sudab diatas batas maksimal banjir. Tapi hanya jadi tidak manis saja, kata Agus ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (29/11/2016).
Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Barat Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta, Hendri, membenarkan tak bisa dipasangnya turap di tiga lokasi itu.
"Sudah dilakukan change of contract terkait hal itu," kata Hendri ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore ini.
Menurut Hendri, pihaknya tak punya kewenangan untuk membongkar ketiga jembatan tersebut.
Makanya terpaksa pemancangan sheet pile di tiga titik jembatan itu dibatalkan.
Sampai akhir November 2016 ini, seluruh sheet pile dan minipile di Kali Grogol sudah terpancang.
Saat ini kontraktor sedang melakukan finishing. Berupa pengecoran capping beam, penutup di bagian pucuk turap dan parapet, tembok beton setinggi 1,3 meter yang dibuat di atas capping beam. Berfungsi menahan air saat ketinggian maksimal.
Diperkirakan proyek normalisasi kali grogol akan rampung pada 10 Desember mendatang.
Proyek ini dikerjakan secara bersama oleh PT Waskita Beton Precast dan PT Jaya Konstruksi. Proyek ini satu paket dengan normalisasi kali apuran dan kali sekretaris. Total anggarannya adalah Rp 96 milliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161129-jembatan_20161129_155003.jpg)