Massa GNPF MUI 212 Diprediksi Berjumlah Tiga Juta Orang

GNPF) MUI memprediksi ada 3 juta massa yang akan hadir dalam Aksi Bela Islam III di Monas.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI memprediksi ada 3 juta massa yang akan hadir dalam Aksi Bela Islam III di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016) mendatang atau disebut 212.

Sebelumnya, demonstrasi sudah dilaksanakan tanggal 4/11/2016 atau disebut 411.

Oleh sebab itu, pihak GNPF-MUI akan membuat laskar untuk turut mengawal jalannya aksi tersebut secara damai.

"Kita perkirakan tak kurang dari 3 juta peserta (Aksi Bela Islam III), tapi itu tergantung kondisi besok. Rapat dengan polisi pun membicarakan antisipasi itu, Monas pun diperkirakan bisa menampung sebanyak itu," ujar Wakil Ketua GNPF-MUI Ustaz Zaitun Razmin di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Menurutnya, GNPF-MUI baru saja menggelar rapat dengan polisi terkait demo 2 Desember 2016 mendatang yang dihadiri Panglima Lapangan GNPF-MUI Munarman dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana.

Meski tanpa dihadiri Pembina GNPF-MUI, Habib Rizieq Shihab rapat tersebut berjalan baik.

Adapun rapat tersebut, kata Ustaz Zaitun, membahas penetapan arah Kiblat, penyusunan shaf untuk solat berjamaah, tempat kesehatan dan tempat bantuan, serta tempat berwudhu. Semua pembicaraan itu masih berupa soal teknis demo 2 Desember 2016 mendatang.

"Kalau arah Kiblat nanti koordinasi dengan Kementrian Agama," tuturnya.

Dia menambahkan, adapun soal pengamanan dan pengaturan aksi dzikir Akbar itu, selain dari aparat, GNPF-MUI pun mengerahkan laskarnya. Namun, dia belum memastikan berapa jumlah laskar yang akan dikerahkan tersebut.

Sedang pemberitahuan demonstrasi 2 Desember, sudah disampaikan ke polisi.

"Soal jumlah laskar yang ikut mengamankan, belum dipastikan, kita lagisl susun sesuai kebutuhan saja," katanya.

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana mengatakan, pihak kepolisian telah menggelar rapat pengamanan Aksi Bela Islam III pada Selasa (29/11/2016) siang ini bersama GNPF-MUI.

Dalam rapat tersebut, GNPF-MUI menyampaikan kalau aksi dzikir Akbar tersebut akan digelar pada 2 Desember 2016 mendatang, sejak pukul 08.00-13.00.

"Kalau lebih dari waktu tersebut, panitia akan mengimbau masyarakat agar kembali ke tempat masing-masing," ujar Suntana.

Adapun soal permintaan Habib Rizieq Shihab agar pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang itu diliburkan, kata Suntana, itu merupakan wewenang Pemerintah RI.

Nantinya, dalam pengamanan demo 2 Desember nanti, polisi pun kemungkinan akan pula mengerahkan Brimob Bersorban untuk membaca Asmaulhusna.

"Jadi nanti tak ada orasi, kan doa bersama, Habib Rizieq juga sampaikan hanya ada istighosah," tuturnya.

Sedang terkait demo yang bakal dilakukan elemen buruh, tambah Suntana, polisi akan bernegosiasi dahulu dengan elemen buruh menentukan tanggal demonya itu. Polisi sejatinya ingin agar elemen buruh menunda rencananya itu.

Polisi dan GNPF-MUI pun mengimbau pula pada elemen buruh untuk tidak menggunakan lokasi yang sama jika tetap mau menggelar aksi demonya itu.

"Soal rekan buruh mau mogok Nasional, itu kan hak demokrasi, silahkan saja. Dalam aturan itu menyampaikan pendapat sudah diatur, tapi tolong harus ingat kepentingan masyarakat lain," jelasnya.

"Kamis, 1 Desember mendatang, kami akan rapat dengan seluruh instansi terkait, memutuskan rencana pengamanan terakhir sehingga tujuan doa untuk keselamatan negara tercapai," katanya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved