Masjid Al-Ihsan Siap Tampung 400 Jamaah Aksi Bela Islam Jilid III

Masjid Al-Ihsan siap menampung sebanyak 400 orang pengunjuk rasa Aksi Bela Islam Jilid III.

Masjid Al-Ihsan Siap Tampung 400 Jamaah Aksi Bela Islam Jilid III
Warta Kota/Rangga Baskoro
Masjid Al Ihsan 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Masjid Al-Ihsan yang terletak di Jalan Taman Kebon Sirih III/8, Kampung Bali, Tanah Abang, siap menampung sebanyak 400 orang pengunjuk rasa Aksi Bela Islam Jilid III.

Pemuka agama Masjid Al-Ihsan, Sholihin, menyatakan hal tersebut, kendati belum memastikan rombongan mana saja yang akan diperbolehkan untuk menginap di masjid itu.

"Insya Allah nanti kami akan membuka lagi tempat untuk saudara-saudara kita dari luar kota, kami bisa tampung 400 jamaah. Permintaan sih lebih banyak, karena ketika aksi bela islam jild II kan kami juga buka," kata Sholihin saat dikonfirmasi Warta Kota, Selasa (29/11/2016).

Meskipun begitu, ia menambahkan akan lebih mengutamakan rombongan yang sudah pernah bersinggah di Masjid Al-Ihsan ketika Aksi Bela Islam Jilid II, 4 November 2016 silam.

"Tapi mungkin akan lebih diprioritaskan untuk saudara-saudara kita yang dulu pernah datang kesini," tuturnya.

Jamaah yang ditampung di masjid yang memiliki 2 lantai dan berukuran kurang lebih 250 meter persegi itu, banyak yang berasal dari luar daerah Jakarta.

"Saudara-saudara kita banyak yang datang dari Palu, Malang, Madura, Palembang dan Sampit. Paling banyak itu dari Palu dan Sampit, jumlah mereka satu rombongan 150," ucap Sholihin.

Fadillah, pengurus Masjid Al-Ihsan, mengatakan, para rombongan diwajibkan untuk mencantum nama-nama beserta nomor telepon sebelum diizinkan bersinggah, untuk mengantisipasi hilangnya peserta unjuk rasa.

"Paling kami minta untuk didata dulu, satu per satu. Jadi kalau ada hal yang tidak diinginkan bisa kami bantu," katanya di Masjid Al-Ihsan, Kampung Bali, Tanah Abang, Selasa (29/11).

Jamaah yang pada umumnya menginap selama 3 hari 2 malam itu akan mendapatkan fasilitas seperti makan sebanyak 3 kali sehari dan ruang istirahat yang layak.

"Mereka biasanya 3 hari 2 malam, karena gak mungkin langsung pulang sehabis aksi. Jadi datang hari Kamis malam, lalu pulang Sabtu pagi atau siang. Makan berat 3 kali sehari, makanan ringan saja kemarin waktu Aksi Bela Islam Jilid II gak berhenti-henti," terangnya.

Bahkan pihak Masjid Al-Ihsan saat ini sedang menambah fasilitas WC agar para pengunjuk rasa tidak lagi menumpang di rumah warga untuk membersihkan diri seperti yang terjadi ketika Aksi Bela Islam Jilid II.

"Waktu itu, banyak saudara-saudar kita yang menumpang. Alhamdulillah warga sekitar tidak berkeberatan. Jadi, untuk antisipasi, kami tambah WC," pungkasnya. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved