Minggu, 19 April 2026

Ada Muhammad di Depan Nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Ternyata ada nama Muhammad di depan nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Acep Nazmudin
Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016). 

WARTA KOTA, MENTENG - Ternyata ada nama Muhammad di depan nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hal itu diungkap oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. Ketua MUI memanggil nama tersebut dalam konferensi pers bersama Kapolri dan Gerakan Nasioal Pengawal Fatwa (GNPF), di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Di acara tersebut, Ma'ruf Amin sebagai tuan rumah memberikan sambutannya. Di awal sambutannya setelah mengucapkan sejumlah salam, nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian lah yang pertama kali ia sebut, dengan nama Muhammad sebagai nama depan.

"Bapak Kapolri, Jenderal Polisi Muhammad, ada Muhammad-nya, Tito Karnavian," ujar Ma'ruf Amin yang tidak disanggah maupun diklarifikasi oleh Tito Karnavian, yang duduk di sebelahnya.

Setelahnya, Ma'ruf Amin kemudian menyebut satu per satu tamunya yang datang ke kantornya hari ini, termasuk ulama dari GNPF seperti Rizieq Shihab. Ia kemudian menceritakan bagaimana akhirya pihak kepolisian bisa menemui kata sepakat dengan pihak GNPF, terkait aksi Bela Islam Jilid III pada Jumat (2/12/2016) mendatang.

Tito Karnavian memang tidak menyinggung lebih lanjut nama Muhammad tersebut. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menekankan bahwa dirinya adalah seorang muslim, yang berstatus sebagai anggota Polri, yang punya tanggung jawab dalam penegakan hukum.

Tito Karnavian menjelaskan kenapa dirinya sejak awal menolak rencana GNPF menggelar ibadah Salat Jumat di Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman pada Jumat mendatang. Kata dia, hal itu akan menyebabkan kemacetan parah di Jakarta, dan akan mengganggu orang banyak.

Bila memang aksi Salat Jumat di jalan sukses digelar oleh GNPF, maka kelompok lain juga akan mencoba melakukan hal yang sama.

Bila polisi mencoba menghalang-halangi kelompok tersebut, maka mereka menurut Tito Karnavian pasti akan menjadikan aksi GNPF sebagai acuan. Oleh karena itu, pihak kepolisian bersikukuh melarang aksi tersebut.

"Tanpa bermaksud untuk antipati, saya juga umat Islam, ini cuma pakaian biasa. Karena bagian dari tanggung jawab saya. Kalau dibuka (pakaian saya) sama, Tuhannya sama, nabinya sama, syahadatnya sama. Keluarga besar saya juga umat Islam. Cuma karena tugas dan tanggung jawab, kami harus menegakan aturan," tuturnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved