Kawanan Geng Motor Bikin Onar dan Rusuh, Empat Pelaku Dicokok Polisi

Pihak kepolisian masih kekurangan alat bukti untuk membuktikan bahwa keempat remaja yang diringkus.

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Kawanan geng motor bikin kerusuhan, empat pelku berhasil dicokok. 

WARTA KOTA, TAMANSARI --

Sekelompok remaja bermotor, mengacau di Jalan Ketapang, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (27/11/2016) dini hari.

Mereka menyerang warga yang tengah nongkrong dengan menggunakan senjata tajam.

Satu orang terluka, yakni Muhamad Hasan Basri (20), warga Jalan Keadilan Dalam, RT 4/2, Kelurahan Keagungan, Jakarta Barat.

Pinggang sebelah kanan Hasan sobek, akibat tebasan celurit salah satu remaja bermotor yang menyerang.

Penyerangan itu berlangsung sebentar. Kelompok bermotor yang berjumlah sekitar 5 - 6 motor dan saling berboncengan itu hanya datang, turun dari motornya, lalu membabi buta menyerang sederet orang yang tengah nongkrong di Jalan Ketapang. Mereka menyerang sekitar pukul 01.00.

Setelah warga yang diserang kocar-kacir dan Hasan Basri Roboh, kelompok itu kembali menaiki motornya, lalu pergi.

Selanjutnya polisi melakukan patroli, lalu memburu kelompok-kelompok pemotor yang masih tersisa.

Polisi kemudian menangkap 4 anak remaja yang tengah nongkrong di depan Bank BNI di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, satu jam usai peristiwa penyerangan terjadi. Mereka dicurigai sebagai pelaku penyerangan.

Beberapa aparat Brimob ikut membantu menangkap. Anak-anak remaja itu digulingkan di tanah, disuruh mencopot bajunya, lalu diborgol. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Metro Tamansari.

Beberapa senjata tajam ditemukan. Tapi polisi belum bisa membuktikan apakah keempat anak itu pelaku penyerangan di Jalan Ketapang atau bukan.

Kapolsek Tamansari, Ajun Komisaris Besar Nasriadi, mengatakan, motif penyerangan itu tak jelas. "Kami duga ini motifnya hanya iseng," kata Nasriadi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Minggu (27/11/2016).

Nasriadi menduga ada otak lain dari penyerangan tersebut. "Ini kan anak sekolah pelakunya. Kami duga otaknya adalah senior-senior mereka yang sudah lulus dan tak punya kerjaan," ucap Nasriadi.

Menurut Nasriadi, penyerangan di Jalan Ketapang diduga terkait dengan peristiwa yang terjadi di Jalan Pecenongan, beberapa jam sebelum penyerangan di Jalan Ketapang terjadi.

Sebelumnya di Jalan Pecenongan, aparat Polsek Metro Tamansari, membubarkan sekelompok remaja bermotor yang tengah nongkrong.

Para remaja itu dibubarkan agar pergi dari wilayah Tamansari. Sebab sudah terlalu banyak kelompok bermotor berkumpul, sehingga dikhawatirkan akan terjadi keributan.

Nasriadi mengaku, saat ini, pihaknya kekurangan alat bukti untuk membuktikan bahwa keempat remaja yang diringkus sebagai pelaku penyerangan.

Sampai siang ini, polisi masih memeriksa keempatnya.

Mereka pun belum mengaku sebagai pelakunya.

"Itu di pinggir jalan, tak ada rekaman CCTV di sana," kata Nasriadi. Saat ini polisi mengusahakan mengidentifikasi para pelaku dari keterangan para saksi.

"Sekarang, sedang kita cari para saksinya," ucap Nasriadi. Pihaknya masih punya waktu sampai pukul 02.00 dini hari nanti untuk tak membolehkan keempat remaja itu pulang.

Makanya pemeriksaan akan dikebut untuk mencari tahu kebenarannya. Apabila tak terbukti, polisi akan tetap menahan motor para remaja tersebut.

"Mereka tak bawa STNK dan SIM. Kami akan tahan motornya sampai pelakunya kami ketahui," ucap Nasriadi.(

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved