Atlet DKI Tagih Bonus PON Jabar yang Tak Kunjung Dibayar

"Yang pasti janji adalah utang, dan harus direalisasikan. Ini tanggung jawab pemerintah DKI terhadap prestasi atletnya di PON XIX Jabar kemarin, "

Atlet DKI Tagih Bonus PON Jabar yang Tak Kunjung Dibayar
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, TANGERANG - Bonus PON XIX Jabar untuk atlet kontingen DKI Jakarta hingga Sabtu (26/11) belum kunjung jelas rimbanya. Padahal, Pemprov DKI Jakarta sendiri pernah berjanji bahwa nominal bonus medali bakal diumumkan sebelum bulan Desember.

Pengamat olahraga, Akmal Marhali mengatakan bahwa sudah seharusnya bonus bagi atlet DKI Jakarta segera dicairkan.

Mengingat iming-iming dan janji manis yang sudah diserukan sejak awal pelepasan kontingen, sudah sepantasnya para atlet peraih medali mendapatkan hak mereka.

"Yang pasti janji adalah utang, dan harus direalisasikan. Ini tanggung jawab pemerintah DKI terhadap prestasi atletnya di PON XIX Jabar kemarin, " katanya.

Akmal mengatakan, walaupun bukan jadi tujuan utama, tetap saja hadiah uang yang dijanjikan Pemprov DKI Jakarta terhadap para atletnya menjadi hal penting.

"Bonus bisa menjadi uang pembinaan yang sangat penting buat para atlet untuk meningkatkan motivasi dan prestasi. Apalagi, itu sudah dijanjikan. Harus dilunasi, " kata Akmal.

Menurut Akmal, sudah sewajarnya pula Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan bonus tersebut kepada para atlet sebelum pergantian tahun.

"Jangan sampai nati sudah ganti gubernur belum direalisasikan juga bonusnya," kata Akmal.

Akmal menambahkan bahwa ajang PON sendiri sejatinya sudah melenceng dari visi misinya sebagai wadah pencarian bibit-bibit atlet potensial sebagai peluru baru Indonesia.

"Bukan lagi jadi ajang pembinaan, tapi tarkam nasional. Pembajakan atlet menjadi salah satu cara untuk meraih prestasi dengan iming-iming bonus besar, " kata Akmal.

Menurut Akmal, dari iming-iming inilah lalu atlet sebuah kontingen tergiur dan akhirnya hijrah ke kontingen lain yang menjanjikannya uang besar tadi.

Padahal, realisasinya belum tentu demikian. "Karena iming - iming ini, atlet jadi tergiur dan pindah daerah. Ini jelas sudah tak sehat buat iklim prestasi dan pembinaan olahraga nasional," katanya.

Sementara itu, baik Dinas Olahraga dan Pemuda Pemprov DKI Jakarta maupun KONI DKI Jakarta belum merespon lebih lanjut saat dimintai komentarnya.

Penulis: z--
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved