Ada Perbaikan Saluran, Pertigaan Jalan Satrio Arah Sudirman Ditutup 2 Pekan

"Perkiraan saya bisa selesai dalam dua minggu. Tapi nanti kita akan pantau lagi perkembangan di lapangan," ujar Teguh di lokasi perbaikan.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor:
Warta Kota/Gopis Simatupang
Pedestrian dan jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman, persis di depan gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, dibongkar untuk memperbaiki saluran air, Sabtu (26/11). Perbaikan ini dikomandoi langsung Kadis Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan (paling kanan). 

WARTAKOTA, SETIABUDI - Pertigaan Jalan Profesor Doktor Satrio, Setiabudi, arah Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan gedung perkantoran Sampoerna Strategic Square, ditutup untuk sementara karena sedang ada perbaikan saluran air, mulai Sabtu (26/11).

Untuk sementara, pengendara yang biasa melintasi persimpangan itu menuju Jalan Sudirman dari arah Kampung Melayu, bisa lewat Jalan Masjid Hidayatullah, yang posisinya berada sebelum gedung Sampoerna Strategic Square. Jalan itu juga bisa tembus ke Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, pertigaan itu akan ditutup selama sekitar dua minggu, sesuai waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki saluran di jalur utama itu.

"Perkiraan saya bisa selesai dalam dua minggu. Tapi nanti kita akan pantau lagi perkembangan di lapangan," ujar Teguh di lokasi perbaikan, Sabtu (26/11/2016).

Untuk memperbaiki saluran itu, petugas Dinas Tata Air tampak membongkar pedestrian di depan gedung Sampoerna Strategic Square dan sebagian badan jalan jalur lambat di Jalan Jenderal Sudirman. Pembongkaran menggunakan dua unit ekskavator, salah satunya jenis breaker.

Setelah terbongkar, pantauan Warta Kota, saluran dengan lebar 80 sentimeter yang mestinya mengalirkan air ke Kali Krukut itu tampak penuh limbah beton. Itu yang disinyalir penyebab saluran tak berfungsi dengan baik, sehingga acap meninggalkan genangan di jalan raya saat turun hujan.

"Gimana mau (mengalir) lancar, salurannya isi beton semua," ucap Teguh dengan nada tinggi. Limbah beton itu diduga sisa pembangunan jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman yang dikerjakan oleh pengembang proyek Mass Rapid Transit (MRT).

Teguh menuturkan, genangan yang kerap timbul di titik itu sudah kerap diadukan berbagai pihak, mulai dari warga biasa hingga pihak Pasukan Pengamanan Kepresidenan (Paspampres).

Tak ada jalan lain, dia pun memutuskan membongkar pedestrian dan jalan untuk mengetahui secara langsung biang keroknya. Rencananya, pihaknya akan membongkar pedestrian dan sebagian badan jalan sepanjang kira-kira 300 meter sampai titik hilirnya di aliran Kali Krukut.

Sebanyak 80 petugas Dinas Tata Air dikerahkan untuk perbaikan itu. "Tugas utama kita adalah mengembalikan drainase ke fungsi awalnya supaya jalan air semua lancar," bilang Teguh.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved